Uni Eropa tetapkan sangsi untuk kriminal siber. (Photo by Omer MESSINGER / AFP)
Uni Eropa tetapkan sangsi untuk kriminal siber. (Photo by Omer MESSINGER / AFP)

Jelang Pemilu, Uni Eropa Tetapkan Sanksi untuk Kriminal Siber

Teknologi cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 20 Mei 2019 10:31
Jakarta:Uni Eropa telah setuju untuk memberikan sanksi otomatis pada kriminal siber. Satu minggu sebelum pemilu parlemen Uni Eropa, pihak berwenang di Brussels menyetujui regulasi untuk membekukan aset dan melarang seseorang kriminal siber untuk berpergian.
 
Meskipun mereka tidak menyebutkan nama secara spesifik, Uni Eropa berharap, sistem baru ini akan memudahkan 28 negara anggotanya untuk bertindak cepat ketika terjadi serangan siber, menrut laporan Engadget.
 
Menteri Luar Negeri Inggirs, Jeremy Hunt mengatakan keputusan ini adalah tindakan tegas untuk mencegah serangan siber di masa depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Telah terlalu lama, kriminal siber mengancam keamanan Uni Eropa dengan mengacaukan infrastruktur penting, merendahkan demokrasi, dan mencuri rahasia dagang dan uang mencapai miliaran Euro," kata Hunt.
 
Beberapa bulan belakangan, Uni Eropa sering beradu dalam perang siber dengan Rusia dan Tiongkok. Sebelum ini, hacker yang didukung pemerintah Tiongkok diketahui sebagai dalang di balik serangan atas perusahaan software Norwegia, Visma, dan perusahaan dirgantara Airbus.
 
Selain itu, pada Desember, hacker juga membocorkan email pribadi dari ratusan politikus Jerman. Pada September, dua mata-mata Rusia tertangkap menggunakan alat siber untuk menyabotase laboratorium Swiss yang bertugas untuk menganalisa gas syaraf yang digunakan untuk membunuh mantan agen Rusia, Sergei Skripal.
 
Para pemimpin Uni Eropa telah mengakui kekhawatiran Rusia akan melakukan interfensi dalam pemilu parlemen Eropa.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif