Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kelalaian Pengguna Bisa Bahayakan Cloud

Teknologi cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 03 Juli 2019 17:14
Jakarta:Menurut perusahaan riset Gartner, pada 2022, sebanyak 95 persen dari serangan pada cloud terjadi karena kelalaian pelanggan.
 
Dalam peluncuran Prisma, Surung Sinamo, Country Manager Palo Alto Networks Indonesia mengatakan bahwa sebagian besar pelanggan cloud berpikir, keamanan data yang tersimpan di cloud adalah tanggung jawab penyedia layanan cloud seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, atau Google Cloud.
 
"Padahal, penyedia layanan cloud hanya mengamankan infrastruktur mereka sendiri," kata Surung ketika ditemui di Sentral Senayan. "Aman secara fisik dan dari sisi lainnya. Mereka tidak bertanggung jawab atas pengguna. Data pengguna itu tanggung jawab pengguna."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Surung juga menjelaskan tentang berbagai ancaman keamanan pada public cloud. Pertama adalah account compromise.
 
Dia mengatakan, rata-rata, 27 persen organisasi dan perusahaan berpotensi mengalami account compromise. Jika hacker bisa mendapatkan akses ke cloud, maka mereka akan dapat melihat atau bahkan mencuri data dan informasi yang ada.
 
Ancaman kedua adalah malware untuk melakukan cryptojacking. Proses cryptomining, atau menambang mata uang kripto seperti bitcoin, membutuhkan daya komputasi yang tidak sedikit.
 
Karena itu, terkadang hacker menanamkan malware cryptojacking untuk memanfaatkan daya komputasi mesin korban.
 
"Cloud itu bisa dibilang tidak memiliki batasan daya komputasi," kata Surung. Dia menjelaskan, ini mendorong hacker untuk memanfaatkan daya komputasi cloud perusahaan untuk menambang mata uang kripto, memberikan keuntungan pada sang peretas.
 
Ancaman lainnya adalah konfigurasi yang salah atau celah keamanan yang biasa ditemukan di data center tradisional.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif