Pemerintah batasi akses ke media sosial dan aplikasi chatting. (Photo Illustration by Justin Sullivan/Getty Images)
Pemerintah batasi akses ke media sosial dan aplikasi chatting. (Photo Illustration by Justin Sullivan/Getty Images)

Ingin Tekan Hoaks, Pemerintah Batasi Akses Medsos

Teknologi kominfo hoax
Ellavie Ichlasa Amalia • 22 Mei 2019 15:33
Jakarta:Pemerintah membatasi akses ke media sosial. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dan juga Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Tujuannya adalah untuk membatasi penyebaran berita palsu dan hoaks.
 
"Fitur tertentu untuk tidak diaktifkan untuk menjaga hal-hal negatif yang disebarkan masyarakat," kata Wiranto dalam konferensi persi di Kemenkopolhukam, Rabu, 22 Mei 2019.
 
"Ada skenario untuk membuat kekacauan, menyerang aparat keamanan, dan menciptakan antipati kepada pemerintahan yang sah."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rudiantara menjelaskan, biasanya, hoaks disebarkan dengan membuat video, foto, atau meme di media sosial sebelum mengambil screenshot dari konten tersebut, yang kemudian disebarkan ke aplikasi chatting sepert WhatsApp.
 
"Viralnya bukan di media sosial, viralnya di messaging system WhatsApp," kata Rudiantara. Inilah alasan pemerintah membatasi akses ke media sosial seperti Facebook, Instagram, dan aplikasi chatting seperti WhatsApp.
 
Rudiantara menjelaskan, salah satu pembatasan pada WhatsApp adalah proses pengiriman dan pengunduhan gambar yang akan melambat. Namun, bukan berarti memblokir keseluruhan layanan.
 
"Kita semua akan mengalami pelambatan kalau kita download atau upload videdo dan juga foto," kata Rudiantara. "Kenapa? Karena viralnya yang negatif. Besar mudharat di sana."
 
Salah satu hoaks yang menyebar terkait unjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu adalah penembakan oleh Polri ke arah massa.
 
Kepala Biro Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo meluruskan hal ini, menyebutkan bahwa para polisi tidak menggunakan peluru tajam untuk mengamankan proses unjuk rasa.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif