Google segera mungkinkan pengguna Play Music untuk memindahkan perpustakaan lagu ke YouTube Music.
Google segera mungkinkan pengguna Play Music untuk memindahkan perpustakaan lagu ke YouTube Music.

Google Mulai Rayu Pengguna Play Music Pindah ke YouTube Music

Teknologi youtube teknologi google
Lufthi Anggraeni • 11 Februari 2020 19:57
Jakarta: Google dilaporkan tengah menguji fitur terbaik Play Music, memungkinkan pengguna mengunggah perpustakaan musik mereka, untuk diterapkan pada YouTube Music. Fitur ini diklaim sebagai penghambat pengguna Play Music untuk beralih ke YouTube Music.
 
Situs 9to5Google melaporkan bahwa Google tengah menguji kemampuan unggah perpustakaan musik untuk YouTube Music secara internal, mengindikasikan perusahaan teknologi raksasa ini semakin dekat untuk mengalihkan pengguna Play Music ke YouTube Music.
 
Sebagai informasi, upaya mengalihkan pengguna Play Music ke YouTube Music telah dilakukan Google sejak awal kemunculan YouTube Music pada bulan November 2015 lalu, dan awalnya ditargetkan selesai pada tahun 2019 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perubahan ini dinilai sejumlah pihak tidak mengejutkan sebab Bos YouTube Music telah mengonfirmasi bahwa Google berencana untuk memungkinkan pengguna Play Music mempertahankan dan memindahkan koleksi, daftar putar dan preferensi mereka ke YouTube Music.
 
Namun, hal yang mengejutkan bagi sejumlah pihak tersebut yaitu kegagalan Google dalam memenuhi targetnya terkait dengan tenggat waktu, dan tidak berhasil menambahkan fitur ini ke YouTube Music pada tahun 2019 lalu.
 
Hingga saat ini, belum tersedia informasi terkait peluncuran resmi fitur tersebut di YouTube Music, meski informasi ini mengindikasikan fitur akan tersedia untuk dimanfaatkan oleh pengguna dalam waktu dekat. Sebelumnya, Google mengumumkan fitur baru untuk aplikasi YouTube versi Android.
 
Fitur ini ditujukan untuk memungkinkan pengguna menemukan lebih banyak kreator dan konten yang mungkin akan disukai pengguna lain. Raksasa internet ini secara diam-diam memulai proses pengujian untuk bagian di antarmuka pengguna bertajuk Featured in This Video.
 
Fitur tersebut akan menghasilkan tautan halaman untuk masing-masing kreator yang akan muncul di video. Sementara itu, pertama kali dalam sejarah, Google mengungkap kontribusi pendapatan iklan YouTube terhadap perusahaannya.
 
Dalam laporan pendapatan kuartal empat Alphabet, Google mengungkapkan bahwa YouTube menghasilkan pendapatan dari iklan dengan nilai hampir sebesar USD5 miliar (Rp68,8 triliun) dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
 
Pada basis tahunan, Google menyebut bahwa YouTube menghasilkan pendapatan USD15 miliar (Rp206, 3 triliun) pada tahun 2019 lalu, dan berkontribusi sebesar 10 persen pada pendapatan Google secara keseluruhan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif