NEWSTICKER
Email berisi informasi palsu seolah dari pemerintah Ukraina memicu aksi protes brutal.
Email berisi informasi palsu seolah dari pemerintah Ukraina memicu aksi protes brutal.

Hoaks Virus Korona Picu Protes Brutal di Ukraina

Teknologi teknologi Virus Korona
Lufthi Anggraeni • 24 Februari 2020 18:55
Jakarta: Email yang seolah berasal dari Kementerian Kesehatan Ukraina berisi informasi palsu terkait dengan kasus virus korona atau COVID-19 memicu kemarahan publik dan berujung pada aksi protes brutal serta bentrokan dengan kepolisian.
 
BuzzFeed News juga melaporkan pemerintah Ukraina menegaskan bahwa email ini sebenarnya berasal dari luar Ukraina, dan secara tidak benar mengklaim terdapat lima kasus infeksi COVID-19 di negara tersebut.
 
Kenyataannya, Ukraina masih menjadi salah satu negara yang belum memiliki kasus infeksi COVID-19. Namun, email ini dikirimkan pada hari yang sama dengan kedatangan pengungsi yang dievakuasi dari Tiongkok, dan sejumlah warga Ukraina melakukan aksi protes dengan memblokir jalanan menuju fasilitas kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada beberapa kasus, aksi protes ini diwarnai dengan tindakan memecahkan jendela dari bus yang ditumpangi oleh pengungsi. Untuk mencoba menenangkan warga, pusat kesehatan publik Ukraina merilis pernyataan menyebut bahwa laporan lima kasus virus korona ini tidak benar.
 
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunggah pernyataan di halaman Facebook resminya, menyebut bahwa pengungsi akan dikarantina selama dua pekan dengan perhatian seksama. Zelensky juga mengimbau warga untuk tidak memblokir kedatangan pengungsi.
 
Hingga saat artikel ditulis, baru terdapat dua kasus infeksi COVID-19 yang terkonfirmasi di Ukraina, dan warga tersebut terinfeksi saat berada dalam kapal pesiar yang berlabuh di semenanjung Jepang lalu. Warga itu dinyatakan telah sepenuhnya sembuh.
 
Sebelumnya, penyebaran virus korona juga ikut berdampak pada industri di rahan teknologi, baru-baru ini menimpa Samsung yang harus menghentikan sementara aktivitas pabriknya di kota Gumi, Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan.
 
Hal ini dilakukan setelah salah satu pekerja pabrik positif terpapar virus Covid-19 Pihak perusahaan menyatakan sudah melakukan karantina kepada pekerja tersebut dan melakukan serangkaian uji kesehatan. Pabrik Samsung di kota Gumi dijadwalkan untuk ditutup sementara hingga 24 Februari.
 
Sementara itu, virus korona atau Covid-19 yang pertama kali muncul dan mewabah di Tiongkok ternyata tidak hanya membuat produksi perangkat seperti smartphone tertunda. Dampaknya juga terasa ke pengembangan sistem atau fitur di dalam smartphone.
 
Xiaomi mengumumkan proses pengembangan termasuk rilis MIUI 11 ke beberapa seri produknya akan tertunda. Hal ini disebabkan beberapa waktu lalu pemerintah Tiongkok menginstruksikan sebagian perusahaan meliburkan pegawainya, sebagai langkah karantina untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif