Aplikasi chatting dan media sosial menjadi layanan favorit bagi pengguna internet Indonesia. Sebanyak 89,35 persen pengguna internet Indonesia menggunakannya untuk mengakses aplikasi chatting, sementara 87,13 persen menggunakan media sosial.
Kabar baiknya, semakin banyak orang Indonesia yang sadar akan bahaya internet. Menurut survei APJII, sebanyak 83,98 persen responden sadar akan kemungkinan terjadinya penipuan di internet. Selain itu, sebanyak 65,98 persen juga sadar bahwa data mereka bisa diambil.
Sebanyak 61,38 persen responden juga menganggap menjaga kerahasiaan data adalah hal yang penting sementara 58,52 persen tahu bahwa memasang anti-virus adalah hal penting. "Kita mulai sadar akan pentingnya privasi data," kata Ketua Umum APJII, Jamalul Izza, "Ke siapa data harus dibagikan."
Pria yang kerap disapa Jamalul itu menjelaskan, salah satu hal yang membuat orang Indonesia sadar akan pentingnya privasi data adalah karena banyaknya hal-hal yang menjadi viral. "Ada beberapa data pribadi mereka, yang seharusnya hanya diperlihatkan ke orang-orang tertentu, banyak data tersebut yang dpublikasikan," kata Jamalul.
Pengguna internet Indonesia juga mulai sadar bahwa tidak semua informasi pribadi boleh ditampilkan ke media sosial. Jamalul menyebutkan bahwa masyarakat di Indonesia mulai mengerti bahwa informasi-informasi yang ditampilkan di media sosial -- seperti tanggal lahir, tempat tinggal dan lain sebagainya -- bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kejahatan, seperti penipuan. Ke depan, dia merasa, kesadaran ini juga akan terus meningkat.
Banyak juga pengguna internet yang memanfaatkan internet untuk mencari harga dari sebuah barang. Menurut survei yang dilakukan oleh APJII, sebanyak 45,14 persen responden mengaku menggunakan internet untuk mencari harga.
Walau, seperti yang disebutkan oleh Sekretaris Jenderal APJII, Henri Kasfyi Soemartono, pencarian harga tersebut tidak berakhir dengan pembelian barang.
Selain itu, sebanyak 55,3 persen responden membaca artikel melalui internet untuk menambah wawasan. Tidak hanya membaca artikel, 49,67 persen responden juga menonton video tutorial. Menariknya, sebanyak 51,06 persen responden sudah mulai memanfaatkan internet untuk mencari informasi kesehatan.
Meskipun begitu, hanya 14,05 persen yang melakukan konsultasi dengan pelaku kesehatan profesional melalui internet. Jamalul menyebutkan, ke depan, APJII akan bekerja sama dengan departemen kesehatan untuk meningkatkan angka ini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda