Kini HTC mengumumkan laporan finansial untuk kuartal keempat atau disebut sebagai Holiday 2017, namun hasil laporan tersebut dinilai mengecewakan. Pendapatan HTC tidak mengalami pertumbuhan signifikan dan perusahaan asal Taiwan ini terus mengalami kerugian.
Berdasarkan laporan finansial tersebut, HTC memperoleh pendapatan kuartal keempat sebesar NTD15,7 miliar (Rp7,7 triliun) dengan keuntungan kotor kurang dari 30,8 persen. HTC juga melaporkan kerugian sebesar NTD9,6 miliar (Rp4,7 triliun) dengan keuntungan operasional sebesar 60,8 persen.
Sementara itu, kerugian bersih per kuartal setelah terpotong pajak sebesar NTD9,8 miliar atau (Rp5,4 triliun). Dengan demikian, saham HTC bernilai NTD11,93 atau USD0,41 per lembarnya. Sebagai informasi, kuartal Holiday umumnya merupakan kuartal terkuat untuk produsen ponsel.
Sebab pada kuartal tersebut, volume konsumen membeli ponsel baru berada dalam level tertinggi, meskipun demikian hal ini tidak membantu HTC dalam menghindari kerugian yang dialaminya.
HTC mengaku kerugian yang dialaminya akibat persaingan pasar yang ketat, bauran produk, penetapan harga, dan peremajaan invetori yang diakui.
Dalam laporan finansial tersebut, HTC mengumumkan satu keuntungan yang diperolehnya pada kuartal ini, yaitu kesepakatan bernilai USD1,1 miliar (Rp) HTC dengan Google. HTC menyebut akan memanfaatkan pendanaan ini untuk investasi lebih besar di bidang teknologi berkembang.
Teknologi berkembang dinilai HTC sebagai kunci penentu eksistensinya di masa mendatang. Selain itu, HTC juga menjanjikan inovasi baru yang akan disuguhkannya pada tahun ini, diperkirakan mengacu pada smartphone unggulan terbarunya, HTC U12+.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News