Melihat kebutuhan tersebut, Telkomsel melalui Telkomsel Enterprise berkolaborasi dengan PosDigi meluncurkan Paket Sat Set Pos, paket konektivitas yang dirancang khusus untuk mendukung operasional Agen Pos di berbagai wilayah Indonesia.
Paket ini ditujukan untuk sekitar 200.000 Agen Pos yang berada dalam ekosistem layanan PosDigi. Alih-alih menawarkan paket data umum, Sat Set Pos menggabungkan kuota internet all-net dengan kuota khusus untuk aplikasi POS.
Pendekatan tersebut membuat kuota dapat diarahkan untuk kebutuhan komunikasi sekaligus aktivitas kerja agen.
Paket Data Disesuaikan dengan Aktivitas Agen Pos
Telkomsel melalui Telkomsel Enterprise berkolaborasi dengan PosDigi meluncurkan Paket Sat Set Pos, paket konektivitas yang dirancang khusus untuk mendukung operasional Agen Pos di berbagai wilayah Indonesia.
Kebutuhan konektivitas Agen Pos tidak hanya berkaitan dengan akses internet untuk komunikasi. Ketika proses layanan semakin menggunakan aplikasi digital, koneksi internet juga menjadi bagian dari aktivitas operasional sehari-hari.
Karena itu, Paket Sat Set Pos tersedia dalam sejumlah pilihan dengan harga mulai Rp12.000 hingga Rp123.000 dan kuota maksimal 55 GB. Beberapa pilihan paket juga dilengkapi voucher belanja sebagai manfaat tambahan.
Model paket seperti ini memberi pilihan bagi agen untuk menyesuaikan pengeluaran komunikasi dengan kebutuhan operasional. Kuota khusus aplikasi POS juga membuat paket tidak sekadar berfungsi sebagai akses internet umum, tetapi diarahkan untuk mendukung aktivitas yang berhubungan langsung dengan layanan keagenan.
Gian Wijoyo, VP Financial and CMT Account Management Telkomsel, mengatakan kebutuhan konektivitas di sektor layanan pos terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan digital.
“Kami melihat kebutuhan konektivitas di ekosistem layanan pos terus berkembang seiring meningkatnya pemanfaatan layanan digital dalam aktivitas operasional sehari-hari,” ujar Gian Wijoyo.
“Melalui kolaborasi dengan PosDigi, Telkomsel menghadirkan solusi yang dirancang lebih dekat dengan kebutuhan Agen Pos agar mereka dapat tetap produktif dan fokus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Ada Program Jawara Sat Set hingga Desember
Alih-alih menawarkan paket data umum, Sat Set Pos menggabungkan kuota internet all-net dengan kuota khusus untuk aplikasi POS. Pendekatan tersebut membuat kuota dapat diarahkan untuk kebutuhan komunikasi sekaligus aktivitas kerja agen.
Peluncuran Paket Sat Set Pos juga dibarengi program Jawara Sat Set yang berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026. Program tersebut memberikan bonus kuota dan kesempatan bagi Agen Pos untuk memenangkan smartphone Android melalui undian grand prize.
Khusus mekanisme first purchase, Agen Pos yang membeli Paket Sat Set Pos melalui aplikasi PosPay selama periode 1 Oktober hingga 31 Desember 2026 akan memperoleh bonus kuota 1 GB all-net yang berlaku selama dua hari.
Sistem akan mendeteksi transaksi pembelian pertama secara otomatis, kemudian bonus diaktifkan dan pemberitahuan dikirim melalui SMS. Paket yang dapat digunakan untuk mekanisme ini berada pada rentang 5 GB hingga 55 GB.
Prima Reksa, Chief Marketing Officer PosDigi, menilai Agen Pos memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari.
“Agen Pos merupakan bagian penting dari ekosistem layanan kami yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat,” kata Prima Reksa.
“Karena itu, kami menyambut baik kolaborasi bersama Telkomsel yang tidak hanya menghadirkan dukungan konektivitas melalui Paket Sat Set Pos, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui program Jawara Sat Set,” sambungnya.
Kolaborasi Telkomsel dan PosDigi memperlihatkan bahwa kebutuhan konektivitas dalam transformasi digital tidak selalu berbentuk layanan untuk konsumen akhir. Pada level agen, koneksi internet juga menjadi infrastruktur yang menunjang proses pelayanan sehari-hari.
Telkomsel dan PosDigi juga membuka peluang untuk mengembangkan kolaborasi digital lain guna mendukung kebutuhan operasional serta pengalaman pelanggan ke depannya.
Bagi Agen Pos, pendekatan ini menempatkan paket data bukan sekadar produk telekomunikasi, melainkan bagian dari kebutuhan operasional yang berkaitan langsung dengan layanan kepada masyarakat.