Oppo dan vivo membantah rumor kolaborasi kamera gimbal pocket.
Oppo dan vivo membantah rumor kolaborasi kamera gimbal pocket.

Oppo dan vivo Bantah Kolaborasi Kamera Gimbal

Lufthi Anggraeni • 12 Agustus 2026 10:55
Ringkasnya gini..
  • Oppo dan vivo membantah telah membuat kesepakatan untuk mengembangkan kamera gimbal pocket secara bersama.
  • Kedua perusahaan tetap mengembangkan kamera gimbal masing-masing secara terpisah.
  • Proyek kamera Oppo dan vivo diperkirakan menambah persaingan di pasar kamera portabel yang terus berkembang.
Jakarta: Oppo dan vivo membantah kabar mengenai rencana kolaborasi untuk mengembangkan kamera gimbal berukuran ringkas. Kedua perusahaan smartphone asal Tiongkok tersebut menegaskan tidak memiliki kesepakatan riset dan pengembangan bersama untuk membuat maupun meluncurkan produk kamera pocket secara kolaboratif.
 
Mengutip Gizmochina, kabar mengenai kolaborasi itu sebelumnya beredar di tengah meningkatnya perhatian terhadap segmen kamera gimbal portabel. Produk dalam kategori ini menawarkan bentuk ringkas dengan sistem stabilisasi mekanis sehingga lebih praktis digunakan untuk merekam video, khususnya bagi pembuat konten dan vlogger.
 
Berdasarkan pernyataan kepada Nandu Bay Finance, baik Oppo maupun vivo memastikan belum ada kesepakatan kerja sama penelitian dan pengembangan. Kedua perusahaan juga disebut tidak memiliki rencana untuk meluncurkan produk kamera gimbal secara bersama.

Oppo dan vivo Kembangkan Proyek Terpisah

Kendati membantah adanya kolaborasi, kabar tersebut tidak berarti Oppo dan vivo mengesampingkan pengembangan kamera gimbal. Sebaliknya, kedua perusahaan disebut tengah mengembangkan produk masing-masing secara terpisah.

vivo diketahui telah memulai proyek kamera vlog internal sejak akhir tahun 2025. vivo bahkan disebut telah membentuk tim beranggotakan lebih dari 200 orang untuk mengembangkan produk tersebut. Langkah ini menunjukkan vivo memiliki perhatian terhadap perangkat kamera khusus untuk kebutuhan pembuatan konten.
 
Sementara itu, Oppo juga dilaporkan mengembangkan kamera gimbal karyanya. Proyek tersebut sebelumnya dikaitkan dengan nama kode Fuyao dan diperkirakan memasuki tahap peluncuran komersial pada kuartal IV 2026. 
 
Dengan demikian, kedua perusahaan memiliki arah pengembangan masing-masing meskipun produk yang dikerjakan berada dalam kategori serupa. Informasi mengenai proyek terpisah tersebut sekaligus menjadi alasan munculnya spekulasi mengenai kemungkinan kerja sama antara Oppo dan vivo. 
 
Sebagai informasi, kedua perusahaan memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan kamera smartphone serta teknologi pemrosesan gambar. Namun, berdasarkan pernyataan terbaru, kesamaan fokus tersebut tidak berkembang menjadi proyek bersama.
 
Sebelumnya, rumor mengenai kamera vlog dari kedua perusahaan juga sempat mengaitkan perangkat dengan sensor beresolusi tinggi. Laporan pada bulan Juni 2026 menyebut calon kamera dari Oppo dan vivo berpotensi menggunakan sensor Sony LYT-series dengan resolusi hingga 200MP. 
 
Oppo juga disebut berpotensi memanfaatkan teknologi pencitraan bersama Hasselblad, sedangkan vivo dikaitkan dengan Zeiss. Detail tersebut masih berada dalam ranah laporan dan belum menjadi spesifikasi resmi produk.
 
Oppo dan vivo Bantah Kolaborasi Kamera Gimbal

Pasar Kamera Gimbal Makin Kompetitif

Pengembangan kamera gimbal oleh Oppo dan vivo berlangsung ketika pasar kamera portabel mengalami pertumbuhan. Sebagai informasi, pengiriman kamera pintar handheld secara global mencapai lebih dari 16 juta unit pada 2025, meningkat lebih dari 80% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 
Pertumbuhan tersebut membuat segmen kamera gimbal semakin menarik bagi produsen teknologi. Salah satu produk paling dikenal di kategori ini adalah DJI Osmo Pocket. Kamera ini disebut telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 10 juta unit sejak diperkenalkan pada bulan Oktober 2023.
 
Keberhasilan lini tersebut turut mendorong munculnya kompetitor baru. Oppo dan vivo bukan satu-satunya perusahaan yang dikabarkan memasuki segmen kamera gimbal. Produsen lain juga mulai mengembangkan perangkat dengan konsep serupa, sehingga persaingan di pasar kamera portabel diperkirakan semakin ramai.
 
Pada bulan Mei 2026, TechNode melaporkan Oppo dan vivo tengah menyiapkan produk kamera gimbal masing-masing untuk menantang dominasi DJI di kategori tersebut. Laporan itu menyebut vivo telah mengembangkan proyek kamera vlog sejak akhir tahun 2025, sementara Oppo menggarap proyek bernama Fuyao. Keduanya diproyeksikan hadir sebelum akhir tahun 2026. 
 
Masuknya produsen smartphone ke kategori ini juga memiliki alasan strategis. Perusahaan seperti Oppo dan vivo telah mengembangkan teknologi fotografi komputasional, pemrosesan video, kecerdasan buatan, serta ekosistem perangkat yang dapat menjadi modal untuk menghadirkan kamera khusus pembuat konten.
 
Namun, kemampuan membuat smartphone dengan kamera berkualitas tinggi tidak otomatis membuat pengembangan kamera gimbal menjadi sederhana. Perangkat jenis ini membutuhkan kombinasi sensor, stabilisasi mekanis, pemrosesan gambar, serta perangkat lunak untuk menghasilkan rekaman video stabil dalam berbagai kondisi.

Bukan Produk Bersama Oppo dan vivo

Dengan bantahan terbaru tersebut, kamera gimbal dari Oppo dan vivo sebaiknya dipandang sebagai dua proyek berbeda. Tidak ada dasar dari pernyataan terbaru kedua perusahaan untuk menyebut keduanya sedang mengembangkan satu produk bersama.
 
Jika rencana masing-masing perusahaan berjalan sesuai laporan sebelumnya, persaingan baru justru dapat muncul di antara Oppo dan vivo sendiri. Keduanya berpotensi membawa pendekatan berbeda dengan memanfaatkan kekuatan teknologi pencitraan masing-masing.
 
Untuk saat ini, baik Oppo maupun vivo belum mengungkap secara lengkap nama produk, spesifikasi final, harga, maupun jadwal peluncuran kamera gimbal mereka. Karena itu, informasi mengenai fitur teknis maupun waktu kehadiran perangkat masih perlu menunggu pengumuman resmi dari masing-masing perusahaan.
 
Bantahan mengenai kolaborasi tersebut sekaligus memperjelas posisi kedua perusahaan. Oppo dan vivo memang memiliki proyek kamera gimbal, tetapi tidak mengerjakannya melalui satu kesepakatan pengembangan bersama. 
 
Persaingan di kategori kamera portabel pun berpeluang akan berlangsung secara terpisah, dengan masing-masing perusahaan membawa teknologi dan strategi produknya sendiri.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA