Dua smartphone ini sama-sama menggunakan teknologi terbaru dari Qualcomm, tetapi hadir dengan pembagian kelas yang cukup jelas, terutama pada chipset, ukuran layar, kapasitas baterai, dan sejumlah fitur pendukung.
Dikutip dari laporan GSM Arena, Xiaomi 18 Pro menjadi smartphone pertama di pasar yang memakai Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6, sementara Xiaomi 18 Pro Max membawa varian Qualcomm Snapdragon 8 Elite Extreme.
Di luar perbedaan performa, keduanya juga mendapatkan layar privasi berbasis hardware serta layar sekunder di bagian belakang yang kini memiliki fungsi lebih luas.
1. Chipset Berbeda, Xiaomi 18 Pro Max Punya Varian Tertinggi
Perbedaan paling mendasar terlihat dari dapur pacu. Xiaomi 18 Pro menggunakan Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6, sedangkan Xiaomi 18 Pro Max mengandalkan Qualcomm Snapdragon 8 Elite Extreme.
Xiaomi 18 Pro.
Materi menyebut Xiaomi 18 Pro sebagai perangkat pertama yang resmi menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Sementara itu, Xiaomi 18 Pro Max mendapat varian Extreme, menempatkannya sebagai model dengan konfigurasi chipset lebih tinggi di antara keduanya.
Keduanya menjalankan Xiaomi HyperOS 4, sehingga perbedaan pengalaman perangkat lunak tidak hanya ditentukan oleh sistem operasi, tetapi juga kemampuan hardware masing-masing.
2. Layar 6,4 Inci vs 6,9 Inci
Xiaomi memberikan perbedaan ukuran layar cukup jelas. Xiaomi 18 Pro membawa panel LTPO AMOLED 6,4 inci, sedangkan Xiaomi 18 Pro Max menggunakan panel 6,9 inci.Meski dimensinya berbeda, spesifikasi utama layar relatif sama. Keduanya mempunyai resolusi 2K, refresh rate adaptif 1-120Hz, serta tingkat kecerahan puncak hingga 4.000 nits. Perlindungannya menggunakan Xiaomi Dragon Crystal Glass 3.
Layar Xiaomi 18 Pro Series.
Salah satu fitur baru pada generasi ini adalah hardware-level privacy display. Xiaomi merancang sistem tersebut untuk membatasi pandangan dari sudut tertentu. Fitur ini juga dapat diaktifkan melalui tombol AI khusus di sisi kiri perangkat.
Implementasinya tidak hanya berkaitan dengan layar utama. Sistem dapat menggunakan pemicu berbasis lokasi serta memblokir notifikasi, floating window, dan tampilan split-view ketika mode privasi aktif.
3. Kamera Sama, Baterai Jadi Pembeda
Untuk fotografi, kedua model justru membawa konfigurasi kamera belakang yang identik. Keduanya memiliki kamera utama 200MP Light Hunter 960 berukuran sensor 1/1,28 inci dengan focal length setara 23mm.Kamera utama tersebut ditemani periskop telefoto 200MP dengan sensor 1/1,56 inci, focal length setara 75mm, serta optical zoom 3,2x. Kamera ketiga menggunakan sensor ultrawide 50MP dengan bidang pandang 102 derajat.
Kamera Xiaomi 18 Pro Series.
Keduanya mendukung 100W wired charging, 50W wireless charging, dan 27W reverse wireless charging. Keduanya juga mendapatkan sertifikasi IP69.
4. Layar Belakang Kini Bisa Menjalankan Mini App
Layar sekunder di bagian belakang tetap dipertahankan, tetapi Xiaomi memperluas fungsinya melalui kemampuan AI. Pengguna dapat membuat mini app sendiri menggunakan bantuan asisten Xiao AI, misalnya aplikasi pengingat minum, timer memasak telur, hingga rekomendasi resep.
Layar belakang Xiaomi 18 Pro Series.
Layar belakang juga bisa digunakan untuk menampilkan wallpaper AI dan widget, berinteraksi dengan Xiao AI, sekaligus menjadi viewfinder saat mengambil foto menggunakan kamera belakang.
5. Harga Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max
Di Tiongkok, harga Xiaomi 18 Pro mulai CNY 5.999 (Rp15,9 jutaan) atau sekitar USD895 untuk konfigurasi 12GB/256GB. Sementara Xiaomi 18 Pro Max dibanderol mulai CNY 6.999 (Rp16,8 jutaan) atau sekitar USD1.045 untuk kapasitas 12GB/256GB.Dari spesifikasinya, Xiaomi membagi kedua model bukan melalui kamera belakang karena keduanya identik, melainkan lewat chipset, ukuran layar, dan kapasitas baterai. Xiaomi 18 Pro Max juga menawarkan layar lebih besar dan baterai 8.500mAh, sementara Xiaomi 18 Pro hadir dengan bodi yang lebih ringkas dan tetap membawa sebagian besar fitur flagship utama.