Antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bagi Samsung setelah perusahaan memperluas lini foldable tahun ini dengan menghadirkan tiga model sekaligus. Selain Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 sebagai penerus lini sebelumnya, Samsung memperkenalkan Galaxy Z Fold8 Ultra sebagai model baru dengan spesifikasi dan ukuran lebih tinggi.
Samsung memperkenalkan ketiga perangkat tersebut pada Galaxy Unpacked 2026 di London pada tanggal 22 Juli. Penjualan global kemudian dimulai pada tanggal 7 Agustus di sejumlah pasar. Data awal menunjukkan Galaxy Z Fold8 menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut. Di Eropa, perangkat ini bahkan menyumbang porsi besar dari total pemesanan awal lini Galaxy Z8.
Preorder Galaxy Z8 Tembus Rekor di Korea
Korea Selatan menjadi salah satu pasar dengan respons paling kuat terhadap Galaxy Z8. Samsung mencatat 1,44 juta pemesanan awal untuk Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Flip8 dalam periode satu minggu.Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 1,38 juta pemesanan untuk Galaxy Note10. Rekor Galaxy Note10 tersebut dicapai dalam periode preorder selama 11 hari, sehingga capaian Galaxy Z8 menjadi semakin signifikan karena diperoleh dalam waktu lebih singkat.
Galaxy Z Fold8 menjadi model dengan permintaan paling tinggi dalam lini tersebut. Berdasarkan data yang dikutip Counterpoint Research, model Fold8 standar menyumbang sekitar 70% dari total preorder di Korea Selatan.
Angka ini menunjukkan perubahan minat konsumen terhadap format foldable bergaya buku dengan layar lebih lebar. Samsung memang melakukan perubahan desain cukup signifikan pada Galaxy Z Fold8. Perangkat tersebut menggunakan format lebih lebar dengan rasio layar internal 4:3.
Saat dibuka, pengguna mendapatkan layar berukuran 7,6 inci, sedangkan layar eksternalnya berukuran 5,5 inci. Format tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan generasi Fold sebelumnya yang memiliki bentuk lebih tinggi dan sempit.
Samsung memosisikan Fold8 sebagai perangkat untuk menikmati konten sekaligus menjalankan berbagai aktivitas pada layar besar. Selain Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra hadir sebagai model tertinggi. Perangkat ini mengusung layar internal berukuran 8 inci dan sejumlah peningkatan pada spesifikasi kamera serta performa.
Penjualan di Eropa Ikut Menguat
Pertumbuhan tidak hanya terjadi di Korea Selatan. Samsung mencatat preorder Galaxy Z8 di Eropa meningkat sekitar 20% dalam 11 hari setelah perangkat diperkenalkan pada tanggal 22 Juli. Galaxy Z Fold8 kembali menjadi model paling populer.Perangkat tersebut menyumbang hampir 40% dari seluruh preorder Galaxy Z8 di kawasan Eropa. Data tersebut menunjukkan bahwa format Fold8 yang lebih lebar mendapat respons positif di pasar tersebut. Secara global, Samsung menyebut preorder Galaxy Z8 meningkat sekitar 30% dibandingkan dengan lini Galaxy Z7 yang diluncurkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan minat terhadap kategori smartphone foldable, meskipun perangkat masih berada di segmen premium. India juga mencatat pertumbuhan signifikan. Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 mengumpulkan 271.000 preorder dalam 72 jam pertama.
Sebagai pembanding, Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 membutuhkan waktu 15 hari untuk mencapai jumlah preorder sama. Namun, pola preferensi konsumen di India berbeda dari Korea Selatan dan Eropa. Galaxy Z Fold8 Ultra disebut menjadi model dengan permintaan paling tinggi di India.
Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumen di setiap pasar memiliki pertimbangan berbeda ketika memilih perangkat foldable. Selain itu, di pasar Amerika Serikat, data awal juga menunjukkan momentum kuat.
Galaxy Z Fold8 dan Fold8 Ultra disebut mencatat laju preorder sekitar 30% lebih tinggi dibandingkan dengan pemegang rekor sebelumnya untuk lini Z. Galaxy Z Fold8 kembali menjadi salah satu model dengan kontribusi terbesar.
Foldable Mulai Menjangkau Pasar Lebih Luas
Pertumbuhan preorder Galaxy Z8 terjadi ketika Samsung berusaha memperluas penggunaan smartphone foldable di luar segmen pengguna awal atau enthusiast. Samsung telah mengembangkan teknologi foldable selama beberapa generasi dan kini menghadirkan pilihan perangkat lebih beragam.Galaxy Z Fold8 ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan layar besar dalam bodi relatif ringkas. Galaxy Z Flip8 mempertahankan format clamshell untuk pengguna yang menginginkan perangkat lebih ringkas saat dilipat.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 Ultra ditempatkan sebagai pilihan premium dengan spesifikasi lebih tinggi. Strategi tiga model tersebut memberikan Samsung ruang untuk menjangkau kebutuhan konsumen berbeda dalam satu generasi produk.
Samsung menyebut lini baru tersebut sebagai portofolio foldable paling lengkap perusahaan hingga saat ini. Samsung juga memperluas pengalaman AI pada perangkat baru. Galaxy Z8 hadir dengan sejumlah fitur berbasis Galaxy AI, sementara perusahaan meningkatkan integrasi antara perangkat Galaxy dan layanan Google.
Dari sisi ekosistem, Samsung turut memperbarui Smart Switch agar perpindahan dari iPhone ke perangkat Galaxy menjadi lebih mudah. Pengguna iPhone dapat memindahkan data secara nirkabel menggunakan kode QR tanpa harus memasang aplikasi tambahan.
Quick Share juga mendukung kompatibilitas dengan AirDrop untuk berbagi file antara perangkat iOS dan Galaxy. Kendati angka preorder menunjukkan respons positif, data tersebut belum menggambarkan penjualan jangka panjang.
Samsung masih perlu mempertahankan momentum setelah periode promosi peluncuran berakhir. Faktor harga, daya tahan perangkat, pengalaman software, serta manfaat layar lipat akan menjadi penentu apakah pertumbuhan tersebut dapat bertahan.
Persaingan juga diperkirakan semakin ketat dengan semakin banyaknya produsen yang mengembangkan perangkat foldable. Untuk saat ini, rekor preorder di Korea Selatan dan pertumbuhan di Eropa memberikan indikasi bahwa Galaxy Z8 mendapat sambutan kuat.
Galaxy Z Fold8 khususnya menjadi model penting dalam strategi Samsung untuk memperluas daya tarik smartphone foldable ke konsumen lebih luas. Dengan penjualan global yang telah dimulai pada tanggal 7 Agustus, performa Galaxy Z8 dalam beberapa bulan mendatang akan menjadi indikator penting untuk melihat smartphone foldable mulai bergerak dari kategori premium khusus menuju produk lebih mainstream.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda