Jakarta: Selain ketersediaan infrastruktur pengisian daya, tantangan lain adopsi mobil listrik di Indonesia adalah bagaimana beradaptasi dengan iklim tropis yang panas, lembap, serta ancaman genangan air di jalanan perkotaan.
Menjawab tantangan tersebut, Geely menghadirkan Geely EX2 Pro. Di balik harganya yang berada di rentang Rp200 jutaan, mobil listrik kompak ini mengusung teknologi baterai berpendingin cairan liquid-cooled yang umumnya hanya ditemui pada lini kendaraan listrik kelas atas.
Geely EX2 Pro dibekali paket baterai berkapasitas 40,8 kWh berbasis kimia Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dirancang di bawah standar keselamatan Aegis Battery Safety System. Secara teknis, struktur sel LFP memiliki ketahanan termal superior sehingga lebih tahan terhadap risiko pelepasan panas berlebih (thermal runaway).
Dipadukan dengan efisiensi konsumsi daya 11,8 kWh per 100 km, baterai ini mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 395 km berdasarkan siklus pengujian NEDC—jarak yang memadai untuk menunjang aktivitas komuter harian perkotaan selama beberapa hari tanpa perlu sering mengisi daya.
Di segmen kendaraan listrik terjangkau, sebagian pabrikan kerap memangkas biaya produksi dengan mengandalkan sistem pendingin udara pasif, yang rentan memicu fenomena pembatasan daya saat suhu lingkungan meningkat. Geely membenamkan arsitektur pendingin cairan aktif yang ditopang oleh 18 sensor suhu di dalam paket baterai.
Sirkulasi cairan pendingin secara konsisten menjaga keseragaman suhu antar-sel dalam batas ideal, baik saat mobil terjebak di tengah kemacetan terik maupun ketika menerima arus listrik bertegangan tinggi.
Manajemen termal yang presisi tersebut berdampak langsung pada kecepatan dan konsistensi pengisian daya cepat (DC Fast Charging). Geely EX2 Pro sanggup menerima laju pengisian hingga 1,66C (daya puncak 70 kW), memungkinkan pengisian daya dari status 30% ke 80% tuntas dalam kurun waktu 25 menit tanpa kendala panas berlebih. Untuk pengisian normal arus bolak-balik (AC) di rumah, siklus 10% hingga 100% membutuhkan waktu sekitar 6,5 jam.
Karakter jalanan di Indonesia juga menuntut durabilitas fisik terhadap lumpur, kerikil tajam, dan genangan air. Baterai Geely EX2 Pro telah mengantongi sertifikasi ketahanan air dan debu berperingkat IP68. Selain itu, sisi kolong sasis diperkuat oleh pelindung bawah berbahan pelat baja untuk mencegah penetrasi benda asing dari permukaan jalan.
Bagi konsumen di tanah air, Geely EX2 Pro yang dibanderol Rp239,9 juta, serta tipe flagship EX2 Max seharga Rp269,9 juta OTR Jakarta yang menggunakan baterai serupa.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan