Foto: ITSEC Asia
Foto: ITSEC Asia

ITSEC Asia Perluas Lini Usaha ke AI dan Perangkat Lunak, Perkuat Fondasi Bisnis

Mohamad Mamduh • 01 Juli 2026 16:38
Ringkasnya gini..
  • ITSEC Asia akan fokus pada pengembangan intellectual property (IP) sendiri, memperluas model bisnis berbasis perangkat lunak.
  • Model bisnis baru ini diperkirakan mampu menghasilkan rata-rata Net Profit Margin sebesar 55% selama periode 2026–2031.
  • Mereka optimistis langkah ini akan membawa inovasi keamanan siber dari Indonesia ke pasar regional dan global.
Jakarta: PT ITSEC Asia mengumumkan perluasan lini usahanya ke bidang pengembangan Kecerdasan Artifisial (AI) dan perangkat lunak. Keputusan ini telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta pada Selasa 30 Juni 2026.
 
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pergeseran masif di industri keamanan siber global selama satu dekade terakhir. Meningkatnya kompleksitas ancaman digital dan adopsi AI yang pesat menuntut organisasi untuk memiliki perlindungan yang lebih adaptif, cerdas, dan berkelanjutan.
 
Melalui perluasan usaha ini, ITSEC Asia akan fokus pada pengembangan intellectual property (IP) sendiri, memperluas model bisnis berbasis perangkat lunak, serta meningkatkan pendapatan berulang (recurring revenue).

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menekankan bahwa kemampuan membangun IP berbasis AI akan menjadi penentu masa depan industri ini. "Pelanggan kini tidak hanya membutuhkan layanan, tetapi juga teknologi yang mampu belajar dan beradaptasi lebih cepat daripada ancaman itu sendiri," ujar Patrick.
 
Ia juga menambahkan bahwa transformasi ini bukanlah perubahan mendadak, melainkan hasil dari investasi riset dan pengembangan (R&D) yang telah diperkuat selama beberapa tahun terakhir.
 
Perluasan ruang lingkup usaha ITSEC Asia kini mencakup penerbitan perangkat lunak, pemrograman berbasis AI, pengolahan data, hingga perdagangan perangkat lunak dan komputer. Inisiatif ini mendukung komersialisasi platform internal seperti IntelliBroń Aman, IntelliBroń Orion, IntelliBroń Threat Intelligence, dan Bronyx AI.
 
Secara finansial, transformasi ini didukung oleh studi kelayakan independen yang memproyeksikan potensi keuntungan yang menjanjikan. Model bisnis baru ini diperkirakan mampu menghasilkan rata-rata Net Profit Margin sebesar 55% selama periode 2026–2031. Untuk mendukung implementasinya, perusahaan mengalokasikan investasi awal sebesar Rp11 miliar yang sepenuhnya didanai dari kas internal.
 
ITSEC Asia menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan peran manusia, melainkan menjadi pengganda kemampuan bagi para ahli keamanan siber untuk bekerja lebih cepat dan akurat.
 
Mereka optimistis langkah ini akan membawa inovasi keamanan siber dari Indonesia ke pasar regional dan global.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA