Huawei mengajukan tuntutan hukum untuk membatalkan regulasi karya FCC.
Huawei mengajukan tuntutan hukum untuk membatalkan regulasi karya FCC.

Huawei Minta Pengadilan AS Batalkan Larangan FCC

Teknologi teknologi huawei
Lufthi Anggraeni • 09 Desember 2019 13:16
Jakarta: Huawei mengajukan tuntutan hukum terhadap Federal Communications Commission (FCC), dan meminta pengadilan membatalkan regulasi FCC tanggal 22 November atas penilaian cacat hukum.
 
Sebagai informasi, dalam regulasi tertanggal 22 November tersebut, FCC menerbitkan larangan tendensius untuk perusahaan telekomunikasi di area rural Amerika Serikat (AS) untuk memanfaatkan Universal Service Fund (USF), serta untuk pembelian perangkat yang diproduksi Huawei.
 
Dalam gugatannya kepada United States Court of Appeals for the Fifth Circuit, Huawei mengajukan pembatalan regulasi FCC ini dengan alasan bahwa regulasi ini merupakan kegagalan instansi dalam menawarkan perlindungan berdasarkan prosedur yang sesuai, terkait tuduhan kepada Huawei menyoal ancaman keamanan nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Huawei menyebut bahwa regulasi yang ditetapkan FCC ini merupakan bentuk kesewenang-wenangan FCC terhadap perusahaannya, dan tidak dilandaskan pada bukti kuat, tanpa dasar hukum serta melanggar Konstitusi AS, Administrative Procedure Act dan aturan hukum lainnya.
 
Kuasa hukum Huawei menyebut bahwa keputusan yang dibuat oleh FCC tidak dalam kewenangan kelembagaan. Sebab FCC tidak memiliki wewenang untuk membuat penilaian menyangkut keamanan nasional, terlebih mengekang pemanfaatan dana USD atas dasar penilaian tersebut.
 
Selain itu, Huawei menyebut bahwa aturan yang dibuat FCC ini justru dapat mengancam kesinambungan upaya pemerintah setempat dalam meningkatkan konektivitas di area rural Amerika Serikat.
 
Huawei beralasan wilayah rural AS ini bergantung pada dukungan perangkat karyanya, sebab vendor lain menolak untuk mengembangkan bisnis hingga wilayah terpencil atau berkontur geografis sulit dijangkau dan berpenduduk sedikit.
 
Sementara itu, Kepala FCC, Ajit Pai dan sejumlah komisioner FCC disebut tidak mampu memberikan bukti atas klaim mereka, bahwa Huawei menebar ancaman keamanan bagi salah satu negara adidaya tersebut.
 
Huawei menyebut FCC tidak mempedulikan fakta dan keberatan yang diajukan oleh Huawei
serta sejumlah perusahaan operator telekomunikasi di area rural Amerika saat aturan tersebut diajukan FCC pada tanggal Maret 2018 lalu.
 
Huawei juga mengklaim telah mengemukakan 21 poin tanggapan yang menjelaskan secara terperinci pendukung penilaiannya bahwa regulasi larangan FCC ini berpotensi merugikan masyarakat serta keberlangsungan bisnis di area rural Amerika.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif