Kominfo mendorong lebih banyak talenta di bidang keamanan siber di dalam negeri.
Kominfo mendorong lebih banyak talenta di bidang keamanan siber di dalam negeri.

Kominfo Ajak Kolaborasi Pentahelix Cetak Talenta Keamanan Siber

Cahyandaru Kuncorojati • 26 Oktober 2022 11:10
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak kolaborasi pentahelix untuk meningkatkan kapasitas keamanan siber dengan memperbanyak talenta digital ahli keamanan digital yang berkualitas dunia.  
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba mengajak semua pihak untuk bekerja sama mencetak ahli keamanan siber yang dapat menjawab kebutuhan masa kini.  
 
“Peningkatan kapasitas keamanan siber tidak hanya meningkatkan jumlah tetapi juga menghasilkan ahli keamanan siber yang berkualitas dunia,” katanya di Seminar Nasional "Today and Tomorrow's Cyber Security Talent: Issues and Challenges".

Menurutnya hal ini penting mewujudkan keamanan nasional yang semakin baik seiring bertumbuhnya ekonomi digital. Dia mengingatkan bahwa ancaman atas keamanan siber pasti ikut meningkat dengan semakin masif pemanfaatan ruang digital.
 
Di tahun 2020 serangan malware dan ransomware meningkat 358 persen hingga 435 persen, kondisi itu jauh melampaui kemampuan masyarakat mencegah atau merespons secara efektif.
 
Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang diktuip Sekjen Mira Tayyiba mengungkapkan, sepanjang tahun 2021 telah terjadi lebih dari 700 juta serangan siber di Indonesia. 
 
“Serangan tersebut didominasi oleh anomali trafik dengan kategori anomali terbanyak adalah malware.  Selain itu, Indonesia juga berada di urutan pertama dengan serangan ransomware terbanyak, di wilayah ASEAN sepanjang tahun 2021 yaitu 1,3 juta dari keseluruhan sekitar 2,7 juta kasus,” ucapnya.
 
Dia mengakui bahwa Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia untuk mengatasi tantangan yang semakin intensif. Data yang disebutkan mengungkap bahwa lulusan bidang teknologi di Tanah Air lebih banyak memilih menjadi developer software dibandingkan ahli keamanan siber.
 
“Bahkan hingga saat ini hanya ada sekitar 10 kampus dalam negeri yang memiliki jurusan siber sekuriti dari total 4000 kampus di Indonesia,” ujarnya.
 
Menurut Sekjen Mira Tayyiba, kekurangan sumber daya manusia keamanan siber juga membuat banyak perusahaan mencari dan mengambil dari negara tetangga atau negara lain.  
 
“Padahal, bila dilakukan intensifikasi kecakapan digital melalui kolaborasi antar stakeholder, Indonesia dapat meraup potensi digital sebesar Rp4.500 Triliun atau sebesar 17% PDB Indonesia di tahun 2030,” ungkapnya.
 
Kementerian Komunikasi dan Informatika berkomitmen untuk terus menjalankan program pengembangan kecakapan digital secara komprehensif mulai dari tingkat dasar, menengah hingga lanjutan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA