Studi: Pembatasan Penggunaan Medsos Kurangi Rasa Kesepian

Ellavie Ichlasa Amalia 10 November 2018 12:28 WIB
media sosial
Studi: Pembatasan Penggunaan Medsos Kurangi Rasa Kesepian
Ilustrasi.
Jakarta: Media sosial memiliki dampak yang kompleks pada manusia. Di satu sisi, media sosial memudahkan kita untuk menghubungi teman lama dan mendekatkan diri dengan teman-teman baru. Di sisi lain, media sosial juga justru bisa membuat kita merasa kesepian. 

Peneliti dari University of Pennsylvania mengatakan bahwa mereka telah menemukan "hubungan sebab-akibat antara waktu yang dihabiskan di Facebook, Instagram, dan Snapchat dengan menurunnya kesehatan".

Selama ini, memang ada banyak survei dan studi yang dilakukan untuk mempelajari efek dari media sosial pada kesehatan mental seseorang, tapi para peneliti menyebutkan, studi itu belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat antara keduanya. 


Dalam penelitian ini, para peneliti meminta bantuan dari 143 sarjana untuk mengisi survei terkait kesehatan mental mereka. Mereka juga harus mengirimkan screenshot dari baterai iPhone mereka selama tiga minggu.

Para responden dibagi menjadi dua grup. Pertama, grup yang mempertahankan penggunaan media sosial mereka. Kedua, grup yang membatasi waktu mereka di ketiga platform media sosial menjadi 10 menit per platform per hari. 

Para peneliti menemukan bahwa grup yang menghabiskan waktu lebih sedikit di media sosial menunjukkan "pengurangan rasa kesepian yang signifikan", menurut laporan Engadget

"Kesimpulannya, mengurangi waktu penggunaan media sosial dari biasanya berujung pada pengurangan yang signifikan atas rasa kesepian dan depresi. Efek ini sangat terlihat pada orang-orang yang memang sudah lebih depresi ketika ikut serta dalam penelitian,"kata pemimpin tim, Melissa G. Hunt. 

Meskipun begitu, penelitian ini masih belum sempurna, mengingat para peserta harus melaporkan apa yang mereka lakukan sendiri. Para peneliti tidak memonitor bagaimana para responden menggunakan ponsel mereka.

Memang, para responden mengurangi penggunaan Facebook, Snapchat, dan Instagram. Namun, bisa jadi mereka menghabiskan waktu menggunakan Twitter, Tumblr, atau aplikasi kencan seperti Tindr. 

Itulah kenapa Hunt mengakui bahwa kesimpulan ini tidak berlaku untuk semua media sosial. Selain itu, dia juga tidak yakin kesimpulan ini berlaku untuk kelompok dengan umur yang berbeda. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.