Pertandingan antara AI buatan DeepMind dengan gamer profesional.
Pertandingan antara AI buatan DeepMind dengan gamer profesional.

Kecerdasan Buatan DeepMind Kalahkan Gamer Starcraft II Profesional

Teknologi games kecerdasan buatan
Ellavie Ichlasa Amalia • 25 Januari 2019 11:46
Jakarta:AI yang dikembangkan oleh divisi DeepMind milik Google telah mengalahkan gamer Starcraft II profesional. Ini adalah kali pertama hal ini terjadi.
 
Dalam sekumpulan pertandingan yang disiarkan di YouTube dan Twitch, para pemain AI berhasil mengalahkan manusia dalam 10 kali pertandingan berturut-turut. Pada pertandingan terakhir, gamer profesional Grzegorz “MaNa” Komincz berhasil mendapatkan kemenangan dari para AI.
 
"Sejarah AI ditandai oleh sejumlah kemenangan di berbagai game," kata David Silver, Research Co-Lead, DeepMind, seperti yang dikutip dari The Verge.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan saya harap -- walau masih ada yang harus dilakukan -- bahwa orang-orang di masa depan akan melihat hari ini dan menganggap pencapaian ini sebagai satu langkah maju tentang apa yang AI bisa lakukan."
 
Meskipun mengalahkan manusia terkesan mudah, tapi mengembangkan AI yang dapat mengalahkan manusia bukanlah hal yang mudah. Game seperti Stafcraft II lebih menantang AI daripada game seperti catur dan Go.
 
Dalam video game, para AI tidak bisa melihat pergerakan lawan dan mempertimbangkan langkah yang harus mereka ambil berdasarkan pergerakan musuh. Selain itu, para AI juga harus bereaksi secara real-time.
 
Namun, tampaknya itu bukan masalah untuk sistem AI buatan DeepMind yang dinamai AlphaStar. Pertama, sistem AI itu mengalahkan gamer profesional Dario “TLO” Wünsch, sebelum AI itu bertanding melawan MaNa.
 
Game ini dimainkan pada Desember tahun lalu di markas DeepMind di London. Sementara pertandingan terakhir dengan MaNa baru disiarkan hari ini.
 
Komentator Starcraft menyebutkan cara bertanding AlphaStar sebagai "fenomenal" dan "super". Di Starcraft II, para pemain memulai game di kawasan yang berbeda pada peta yang sama. Para pemain kemudian harus membangun markas, melatih pasukan, dan menyerang kawasan musuh.
 
AlphaStar sangat baik dalam melakukan manajemen mikro, yaitu kemampuan untuk mengatur pasukannya di medan tempur.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi