Google akan tambal celah keamanan di Chrome. (Thomas Trutschel / Photothek via Getty Images)
Google akan tambal celah keamanan di Chrome. (Thomas Trutschel / Photothek via Getty Images)

Google Cegah Situs Blokir Pengguna Mode Incognito

Teknologi google
Ellavie Ichlasa Amalia • 19 Februari 2019 10:03
Jakarta:Google akan menambal celah pada Chrome yang memungkinkan situs untuk mendeteksi dan memblokir pengguna yang menjelajah internet dalam mode Incognito.
 
Ketika Anda menggunakan mode Incognito, Chrome tidak akan menyimpan jejak situs yang Anda kunjungi. Selain itu, mode Incognito juga membuat situs tidak bisa melacak Anda melalui cookies.
 
Namun, karena banyak situs yang mendapatkan uang dari data yang dilacak, situs seperti The Boston Globe dan MIT Technology Review akan memblokir pengguna yang menggunakan mode Incognito.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebanyakan situs bisa melakukan itu menggunakan API "FileSystem", yang menjadi nonaktif ketika Anda menggunakan mode Incognito pada Chrome.
 
Namun, source code baru dari Chromium menunjukkan bahwa Chrome akan membuat situs API FileSystem tetap aktif bahkan ketika pengguna menjelajah internet dengan mode Incognito, lapor The Verge.
 
Ke depan, ketika situs meminta untuk menggunakan API, Chrome tidak lagi menampilkan adanya kesalahan ketika mode Incognito aktif.
 
Sebagai gantinya, peramban itu akan membuat sistem file virtual pada RAM komputer. Pada akhir sesi Incognito, file itu akan dihapus. Jadi, tidak ada rekam jejak yang bisa tersimpan.
 
Ada kemungkinan, Google akan menghapus API FileSystem. Dokumen internal Google menunjukkan bahwa API itu akan dihapus jika Google menemukan bahwa API tersebut hanya digunakan oleh pengguna mode Incognito.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi