Incredible Intelligence 2018

AI Overclocking, Kecerdasan Buatan untuk Tambah Performa PC

Mohammad Mamduh 25 Oktober 2018 22:31 WIB
asushardwarekecerdasan buatan
AI Overclocking, Kecerdasan Buatan untuk Tambah Performa PC
Ajang ASUS Incedible Intelligence 2018
Kuala Lumpur: Kecerdasan buatan saat ini ramai diterapkan pada smartphone dan kategori bisnis lainnya. ASUS mengambil langkah baru dengan menerapkannya pada motherboard lewat fitur baru.

Mereka secara resmi mengumumkan kehadiran AI Overclocking dalam ajang ASUS Incredible Intelligence 2018.

AI Overclocking mencoba menawarkan kustomisasi peningkatan performa prosesor secara cepat dan akurat. Memanfaatkan big data, motherboard nantinya akan mendeteksi spesifikasi yang terpasang.


Begitu diaktifkan, fitur ini akan menampilkan prediksi overclock sesuai spesifikasi tadi. Prediksi ini tidak langsung dieksekusi. “Prediksi baru aktif setelah mendapat izin pengguna,” ungkap pihak ASUS kepada Medcom.id.

Kecerdasan buatan ini juga harus diaktifkan terlebih dahulu. Ini berguna ketika pengguna penasaran ingin meningkatkan performa prosesor secara manual. Ketika diaktifkan, pihak ASUS menyebutkan konsumen bisa menentukan target kecepatan atau voltase yang diinginkan.

Salah satu kelebihan AI Overclocking adalah menghemat waktu pengguna. OC secara sendiri akan memerlukan waktu tambahan dalam menguji kestabilan lewat beberapa simulasi.

Setelah itu, pengguna baru menambah target kecepatan prosesor yang diinginkan. Saat ditemui masalah, motherboard akan kembali ke pengaturan semula.

Walaupun memanfaatkan big data, ASUS menyebut fitur ini tidak meminta pengguna motherboard untuk menghubungkannya ke internet.

AI Overclocking sudah tertanam langsung pada jajaran motherboard Intel Z390. Pengaturannya bisa diakses lewat antarmuka UEFI, dengan masuk ke dalam pilihan CPU Ratio.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.