Olimpiade Tokyo akan Gunakan Pengenalan Wajah

Ellavie Ichlasa Amalia 08 Agustus 2018 12:43 WIB
cyber security
Olimpiade Tokyo akan Gunakan Pengenalan Wajah
Olimpiade Tokyo akan gunakan sistem pengenalan wajah. (Tokyo Olympics )
Jakarta: Olimpiade Tokyo akan menggunakan pengenalan wajah atau face recognition sebagai bagian dari sistem keamanan mereka. Sistem pengenalan wajah ini hanya akan digunakan untuk atlet, anggota staf dan juga media.

Pihak berwenang percaya, sistem pengenalan wajah bisa meningkatkan keamanan dan mencegah orang jahat masuk ke dalam tempat acara dengan mencuri, memalsukan atau meminjam kredensial orang lain.

Mereka juga berharap, sistem ini akan dapat mengurangi waktu yang atlet perlukan ketika melakukan pemeriksaan keamanan, karena Olimpiade akan diadakan pada bulan-bulan terpanas di Jepang, lapor Engadget.


"Kunci dari keamanan untuk Olimpiade adalah mencegah orang atau benda yang tidak diizinkan masuk ke dalam tempat acara," kata Tokyo 2020 Executive Director of Security Tsuyoshi Iwashita.

"Tokyo 2020 akan menggunakan sistem pengenalan wajah untuk orang-orang berwenang -- yang pertama kalinya dipakai dalam Olimpiade dan Paralimpiade -- untuk mencegah orang yang tak punya akses masuk."

Perusahaan Jepang, NEC akan menyediakan mesin pengenalan wajah untuk digunakan pada Olimpiade. NEC telah menguji sistem tersebut pada 2016 saat Olimpiade Rio. Sistem tersebut juga sudah digunakan di berbagai lokasi, seperti bandara.

Mengingat sistem ini hanya akan digunakan pada orang-orang yang terlibat langsung dengan Olimpiade, komite akan mengumpulkan gambar dari orang-orang tersebut dan menyimpannya dalam database untuk verifikasi.

Menurut Vice President NEC, Masaaki Suanuma, teknologi pengenalan wajah ini memiliki tingkat akurasi 99,7 persen. Dia meyakinkan, angka itu tidak akan terpengaruh oleh tinggi, ukuran atau kewarganegaraan.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.