Samsung Galaxy J2 Core Pakai Android Go untuk Indonesia

Lufthi Anggraeni 10 September 2018 14:06 WIB
samsung
Samsung Galaxy J2 Core Pakai Android Go untuk Indonesia
Samsung Electronics Indonesia mengumumkan ketersediaan smartphone Android Go pertamanya di Indonesia.
Jakarta: Samsung Electronics Indonesia (SEIN) mengumumkan kehadiran Galaxy J2 Core, ditujukan untuk pengguna smartphone pemula. Ponsel cerdas ini hadir dengan dukungan Android Oreo Go, diklaim mampu meningkatkan kinerja baterai sehingga lebih tahan lama.

Selain itu, penggunaan sistem operasi Android Go juga diklaim Samsung akan menghadirkan ruang penyimpanan lebih luas pada perangkat.

Hal ini dinilai sesuai dengan survei yang menyebut bahwa sekitar 62,81 persen konsumen Indonesia mengutamakan kapasitas ruang penyimpanan besar sebelum memutuskan untuk membeli perangkat.


"Galaxy J2 Core menawarkan pengalaman pengguna yang lebih cerdas namun sederhana dengan didukung Android Oreo Go,” kata Ricky Bunardi, Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia.

Salah satu cara Samsung dalam menghadirkan kapasitas ruang penyimpanan lebih besar pada Galaxy J2 Core adalah melengkapinya dengan aplikasi bawaan dalam versi lite. Hal ini memungkinkannya menyediakan kapasitas perangkat 1,5 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan seri pendahulunya.

Selain itu, Samsung juga menyebut bahwa Galaxy J2 Core berbekal baterai berkapasitas 2.600 mAh. Samsung juga mengunggulkan fitur lain pada ponsel cerdas ini, yaitu Samsung Max.

Serupa pada perangkat karya Samsung lainnya, Samsung Max juga bertugas untuk membantu pengguna dalam menghemat penggunaan kuota data internet. Tugas Samsung Max ini juga didukung oleh Signal Max, diklaim membantu menangkap sinyal dengan lebih baik.

Samsung menawarkan Galaxy J2 Core dalam dua pilihan warna yaitu emas dan hitam, serta dengan dukungan RAM 1GB, ruang penyimpanan internal 8GB, kamera belakang 8MP dan kamera depan 5MP, dengan harga Rp1.299.000.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.