NuMoney Tekankan Edukasi Cryptocurrency
NuMoney meluncur di Indonesia
Jakarta: Kehadiran teknologi blockchain mendukung cryptocurrency semakin berkembang di Indonesia. Peningkatan nilai tukar cryptocurrency dan kecanggihan teknologi penopangnya membuat masyarakat, khususnya generasi milenial, semakin tertarik untuk mulai berinvestasi.

Melihat peluang tersebut, NuMoney melebarkan sayapnya ke Indonesia untuk menjangkau tidak hanya kalangan pengusaha, tetapi juga generasi muda.
 
Generasi muda milenial secara umum sudah terbiasa dengan teknologi, sehingga dapat dengan mudah dan cepat mengadopsi aplikasi atau inovasi baru, salah satunya cryptocurrency yang telah mendunia.

Namun, dengan pengetahuan mereka yang sudah sangat canggih, masih ada keterbatasan pemahaman mengenai cryptocurrency yang akhirnya dibidik NuMoney. Melalui salah satu layanan over-the-counter, NuMoney Indonesia membuka layanan berkunjung yang bertempat di Ruko FrenchWalk, Mall of Indonesia, Jakarta.


Inisiatif ini diklaim memungkinkan masyarakat untuk dapat bertransaksi sekaligus memperoleh edukasi seputar aset digital dengan mudah. 
 
”Fokus utama kami adalah keamanan dan kemudahan layanan bagi pelanggan, termasuk para milenial. NuMoney meluncurkan Ethereum sebagai koin pertama, seluruh transaksinya dapat ditukar langsung dengan mata uang lokal Indonesia, Singapura, dan Malaysia,” ucap Andika Sutoro Putra, CEO NuMoney Indonesia.
 
Dengan ekspansi ini, NuMoney kini telah memiliki pasar di tiga negara, yakni Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Jaringan internasional memungkinkan pelanggan Indonesia dapat melakukan deposit maupun withdrawal menggunakan kurs Rupiah Indonesia (IDR), Dolar Singapura (SGD), dan Ringgit Malaysia (MYR) di ketiga negara tersebut. 

NuMoney mengklaim telah mengedukasi dan membantu transaksi jual beli berbagai cryptocurrency bagi ribuan pelanggan secara global. Hal tersebut membawa NuMoney mencapai volume transaksi sebesar 50 miliar per tahun 2018, sejak didirikan pada September tahun 2017. 

“NuMoney akan fokus memperluas jangkauan ke beberapa negara di Asia Pasifik, seperti Thailand, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Filipina, India, dan Australia selama satu tahun ke depan."



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.