Ilustrasi.
Ilustrasi.

Samsung Kuasai Pasar Indonesia, Infinix Masuk 5 Besar

Cahyandaru Kuncorojati • 19 Agustus 2022 10:35
Jakarta: Firma riset pasar bernama Canalys baru ini merilis laporan yang mengklaim pasar smartphone di Asia Tenggara terlihat lesu. Hal ini berdasarkan fakta yang ditemukan bahwa pengiriman (shipment) di kuartal kedua tahun 2022 turun dibandingkan kuartal sebelumnya.
 
Canalys mengklaim pengiriman smartphone di Asia Tenggara kuartal kedua mencapai 24,5 juta unit, tapi turun tujuh persen dibandingkan kuartal pertama di tahun 2022. Mereka bahkan mencatat momen Ramadan yang sempat berlangsung tidak membuat pasar smartphone sangat bergairah.
 
Laporan di situs resmi Canalys menyebutkan bahwa momen Ramadan di Indonesia hanya berhasil mendongkrak pertumbuhan pasar Indonesia sekitar dua persen, sementara Malaysia sekitar enam persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasar smartphone Thailand dan Vietnam justru diklaim paling parah, Canalys mencatat ada penurunan masing-masing 14 persen dan 20 persen per kuartal (QoQ). Apa penyebab semua ini?
 
Canalys menyatakan penyebabnya tidak lain adalah inflasi yang berdampak ke daya beli konsumen. Di sisi lain, vendor atau produsen tidak mampu menyediakan produk di kelas harga terjangkau.
 
Meskipun begitu Indonesia tetap dinilai sebagai pasar smartphone terbesar di Asia Tenggara dengan porsi 37 persen dan mencatat pengiriman sebanyak 9,1 persen, khusus di momen Ramadan.
 
Siapa yang berjuara di Indonesia? Samsung diklaim menduduki peringkat pertama dengan menguasai pangsa pasar sebanyak 20 persen kemudian di belakangnya ada Vivo sebanyak 19 persen. 
 
Oppo di posisi ketiga dengan pangsa pasar 18 persen, Xiaomi di 16 persen dan posisi kelima ada Transsion sebanyak 13 persen. Transsion merupakan induk dari Infinix dan pencapaian ini mengagumkan karena mereka berhasil ‘menggeser’ realme keluar dari lima besar.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif