Foto: Red Hat
Foto: Red Hat

Solusi Baru Red Hat untuk Dongkrak Performa Aplikasi Cloud-Native

Cahyandaru Kuncorojati • 14 Juni 2022 12:14
Jakarta: Red Hat merilis pembaruan di semua portofolio developer tools untuk membantu perusahaan membangun dan menyediakan aplikasi dengan lebih cepat dan lebih konsisten di semua lingkungan hybrid dan multicloud berbasis Kubernetes.
 
IDC memprediksi bahwa persentase perusahaan besar yang menggelar code untuk berproduksi setiap hari akan meningkat dari 5 persen pada 2021, menjadi 70 persen pada 2025, akibat dari implementasi praktik DevOps yang makin matang.
 
Selain itu, karena otomatisasi dan proses DevOps tradisional telah terdisrupsi oleh Kubernetes dan pengembangan cloud-native, IDC memperkirakan bahwa sampai dengan 2024, sebanyak 35 persen dari mereka yang mengadopsi DevOps akan menggunakan otomatisasi GitOps yang lebih sederhana.
 
Untuk membantu konsumen mengikuti perubahan tersebut, Red Hat menghadirkan kemampuan baru yang memanfaatkan keunggulan Git, sebuah sistem kontrol versi open source, untuk menyederhanakan pengembangan dan penggelaran di semua lingkungan hybrid multicloud.
 
Rilis terbaru Red Hat OpenShift Pipelines memperkenalkan pratinjau teknologi pipeline sebagai code untuk Tekton, yang memberikan pelanggan kemampuan untuk mendefinisikan dan mengelola pipeline continuous integration (CI) melalui repositori Git dan memanfaatkan alur kerja GitOps untuk repeatability yang lebih baik, visibilitas dan konsistensi siklus hidup aplikasi.
 
Dengan Tekton Chains terbaru, OpenShift Pipelines kini menyediakan kemampuan image signing yang sudah built-in, yang membantu meningkatkan keamanan rantai pasokan penyediaan aplikasi.

Pengembang juga bisa memanfaatkan namespace pengguna di pipeline untuk mengisolasi tools yang membutuhkan akses khusus ke root dan menjalankannya sebagai non-root di dalam pembuatan aplikasi dan menyediakan pipeline tanpa mengorbankan keamanan.
 
Menggunakan OpenShift GitOps, pelanggan bisa secara deklaratif mengelola klaster OpenShift, aplikasi dan operasional kepatuhan mereka, memanfaatkan alur kerja Git yang familiar untuk mengotomatisasi, mendefinisikan, dan membuat versi praktik keamanan di lingkungan yang bisa diaudit dengan mudah.
 
Rilis terbaru ini termasuk Argo CD 2.3, membawa strategi sinkronisasi baru dan berbeda, peningkatan UI, dan perbaikan performa.
 
ApplicationSets, yang sebelumnya tersedia sebagai pratinjau teknologi kini tersedia secara umum, menyediakan cara dengan dukungan sepenuhnya dan menjadi cara paling stabil untuk mengotomatisasi pengelolaan beberapa aplikasi ArgoCD di beberapa klaster. ApplicationSets kini juga terintegrasi sepenuhnya dengan Red Hat Advanced Cluster Management.
 
Red Hat juga mengungkap lingkungan in-browser dan pengembangan lokal generasi terbaru, Red Hat OpenShift DevSpaces 3 (sebelumnya Red Hat CodeReady Workspaces) dan Red Hat OpenShift Local 2 (sebelumnya Red Hat CodeReady Containers), generasi berikutnya dari lingkungan in-browser dan pengembang lokal untuk Red Hat OpenShift, platform Kubernetes enterprise terdepan di industri.
 
OpenShift Dev Spaces menggunakan OpenShift dan container untuk memberikan lingkungan pengembangan yang konsisten dan zero-configuration yang dibangun untuk mendukung kebutuhan keamanan, kepada tim pengembangan atau tim IT.
 
“Bagi pengembang di garis depan transformasi bisnis saat ini, kecepatan, kelincahan, skala dan performa adalah hal terpenting. Ketika inovasi bergerak semakin cepat, pengembang tidak hanya menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menyediakan aplikasi baru dan layanan dengan lebih cepat, mereka juga harus meng-update dan memelihara aplikasi yang ada," kata Mithun Dhar, VP dan GM, Developer Tools and Programs, Red Hat.
 
"Dalam beberapa kasus ini artinya menggelar code baru beberapa kali setiap hari. Kami ingin menjadikan hal ini semudah mungkin bagi pengembang untuk menjawab tantangan tersebut dengan tools dan kemampuan yang membantu mereka bekerja lebih efisien dan produktif.”
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA