Modalku mendukung kebijakan OJK dalam membatasi ruang kerja pelaku fintech ilegal.
Modalku mendukung kebijakan OJK dalam membatasi ruang kerja pelaku fintech ilegal.

Modalku Dukung Pembatasan Ruang Kerja Fintech Ilegal

Teknologi teknologi startup
Lufthi Anggraeni • 23 Januari 2019 15:22
Jakarta: Permasalahan yang diakibatkan pelaku industri fintech ilegal menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kemudian berupaya menyelesaikan permasalahan ini dengan melakukan pembatasan ruang kerja bagi fintech ilegal tersebut.
 
Pembatasan yang dilakukan OJK ini turut mendapatkan dukungan dari Modalku, startup yang terfokus pada ranah fintech P2P Lending. Menurutnya, pembatasan ruang kerja bagi platform fintech ilegal ini membantu mengeliminasi pesaing yang merugikan masyarakat.
 
“Pembatasan ruang kerja diterapkan OJK ditujukan melindungi keamanan konsumen, yang juga sesuai dengan fokus kami terutama di tahun 2019 ini,” ujar co-founder & CEO Modalku Reynold Wijaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, dukungan terhadap pembatasan ruang kerja oleh OJK yang mengeliminasi pesaing, jelas Reynold tidak mengindikasikan kekhawatirannya terkait dengan persaingan ranah fintech yang semakin bertumbuh di Indonesia.
 
Modalku mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan persaingan dan terbuka terhadap pesaing, serta terfokus dalam menghadirkan layanan terbaik bagi pengguna layanannya di Indonesia serta merangkul lebih banyak UKM.
 
Selain itu, Modalku menyebut turut mendukung upaya pemerintah dalam menghadirkan industri teknologi finansial yang aman baik konsumen sebagai masyarakat. Namun, Reynold menyebut upaya pemerintah ini juga harus didukung oleh pemahaman masyarakat.
 
Masyarakat, lanjut Reynold, harus memiliki pengetahuan yang cukup terkait risiko dan keuntungan yang akan diperolehnya sebelum memanfaatkan layanan fintech.
 
Disinggung soal peluang kerja sama dengan layanan fintech lainnya, Reynold mengaku saat ini Modalku belum memiliki rencana ke arah tersebut. Namun, Reynold meyakini konsolidasi pasti terjadi di masa mendatang.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi