Indonesia Siap Menggagas Liga <i>Esport Asia</i>
Chief Marketing Officer GDP Venture Danny Oei Wirianto. Foto: Medcom.id/Wandi Yusuf.
Nusa Dua: Chief Marketing Officer GDP Venture, Danny Oei Wirianto, punya mimpi menggagas liga esport atau olahraga elektronik tingkat Asia. Menurutnya, Indonesia perlu merebut pasar esport Asia setelah sukses meluncurkan Liga Nasional ESport melalui Indonesia ESport Premier League (IESPL) pada Agustus lalu.
 
"Kita mau bikin Asian League, tapi step by step. Kita harus punya liga nasional yang mapan dulu. Karena, sebelum ada liga, kejuaraan yang ada di Indonesia selama ini sebatas turnamen," kata Danny, di hari terakhir penyelenggaraan Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE) di Nusa Dua, Bali, kemarin.
 
Danny mengaku tengah membangun perangkat untuk menciptakan liga regional. Saat ini ia tengah sibuk membangun objektivitas penilaiannya.
 
"Seperti Liga Nasional, Liga Asia juga rencananya main setiap minggu. Seperti liga sepak bola," katanya.
 
Sebelum menuju ke sana, Danny kini tengah fokus merawat IESPL. Turunan liga ini pun akan segera dirintis, yakni Liga Divisi II hingga Liga Mahasiswa. "Sehingga kita bisa menerapkan sistem degradasi," ujarnya.
 
Konsep liga penting diterapkan pada bidang esport   Apalagi olah raga ini tengah digemari oleh remaja di dunia. Ceruk pasarnya besar mencapai USD1,1 miliar. Bagi atletnya, cabang adu ketangkasan ini juga mendatangkan pundi yang mumpuni.
 
"Seorang atlet profesional bisa digaji hingga Rp50 juta per bulan. Atlet mancanegara bahkan bisa dikontrak hingga USD500 ribu per tahun," kata penulis buku Think Fresh itu.

Baca: Atlet Esport Tetap Butuh Olahraga

Dari segi tontonan, esport juga menjanjikan. Buktinya, pertandingan esport yang diunggah ke Youtube bisa ditonton hingga miliaran orang. Di Amerika, stadion yang mempertandingkan esport saban minggunya dipadati penonton.
 
Bahkan, kata dia, ada pergeseran budaya dari yang gemar bermain gim menjadi gemar menonton orang bermain gim. Dari hasil penelusurannya, di Asia Tenggara saja ada sekitar 46 juta penonton esport  .
 
"Ceruk ini yang belum banyak dilirik. Maka itu harus segera kita rebut. Kalau tidak kita akan kembali tertinggal," kata lulusan Kendall College of Arts and Design, Amerika Serikat, ini.
 
Kepada pemerintah, Danny meminta dukungan moral. Terutama dengan mempromosikan bahwa esport punya sisi positif. "Bukan sekadar mengajak orang untuk bermain gim. Ini adalah olah raga yang memberi banyak keuntungan bagi yang mendalaminya," kata dia.







(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.