Inilah Smartphone Lipat Perdana Samsung
Ponsel lipat Samsung. (Juan Garzon/CNET)
Jakarta: Samsung memamerkan smartphone lipat pertamanya kemarin, menyebutkan bahwa ponsel ini akan diproduksi secara massal dalam waktu beberapa bulan ke depan. 

Justin Denison, Samsung Senior Vice President of Mobile Marketing memarkan ponsel lipat itu dalam Samsung Developer Conference. Ketika dalam keadaan terlipat, perangkat ini akan menjadi ponsel sementara ketika perangkat membuka, ia akan menjadi tablet.

Ponsel tersebut menggunakan teknologi layar baru yang disebut Infinity Flex Display, yang memungkinkan Anda untuk membuka dan menutup layar berulang kali tanpa perlu khawatir layar akan rusak.


"Infinity Flex Display merepresentasikan platform mobile yang sama sekali baru," kata Denison, seperti yang dikutip dari CNET.

"Kita hidup di dunia yang membatasi besar layar hanya pada besar bodinya. Sekarang, kita telah menambahkan dimensi baru bagi Anda untuk menonton dan melakukan banyak hal."

Kemungkinan, desain yang dipamerkan oleh Denison bukanlah produk akhir dari Samsung. Tampaknya, produk akhir dari Samsung akan terlihat lebih ramping dengan bezel yang lebih tipis dari ponsel yang ditunjukkan sekarang. 

"Apakah ponsel lipat pertama Samsung akan sukes atau gagal, tergantung cara penggunaan perangkat itu," kata Analis CCS Insights, Ben Wood.

"Jika ponsel ini mudah digunakan dan memiliki desain yang menarik, ia akan menarik perhatian para pecinta gadget. Namun, jika ia sulit untuk digunakan dan memiliki bodi besar, ia akan sulit untuk dijual."

Ponsel lipat ini dapat menjalankan tiga aplikasi sekaligus. Samsung menyebut fitur ini sebagai Multi Acrive Window. Head of Android UX, Google, Glen Murphy juga melakukan presentasi dalam acara Sammsung, mengatakan bahwa Android akan mendukung penuh pengembangan teknologi ponsel lipat. 

Deniso menambahkan, Samsung juga tengah mengembangkan teknologi layar yang bisa digulung atau ditarik. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.