Jade Raymond akan memimpin studio pertama Google. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Jade Raymond akan memimpin studio pertama Google. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)

Google Buat Studio Game Sendiri, Dipimpin Jade Raymond

Teknologi google games
Ellavie Ichlasa Amalia • 20 Maret 2019 12:19
Jakarta:Google membuat studio sendiri dengan tujuan membuat game pertama untuk platform streaming game barunya, Stadia. Studio bernama Stadia Games and Entertainment ini akan dipimpin oleh Jade Raymond, yang merupakan mantan eksekutif di Ubisoft dan Electronic Arts.
 
Raymond berkata, studio pertama Google ini "merombak generasi baru game" dan "akan bekerja sama dengan developer eksternal untuk menyediakan teknologi tercanggih Google ke studio rekan, baik kecil ataupun besar", seperti yang dikutip dari Polygon.
 
Stadia Games and Entertainment akan terdiri dari beberapa studio, kata Raymond. Tim ini akan bekerja sama dengen developer eksternal agar game-game buatan para developer itu bisa dimainkan di Stadia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa studio yang telah diumumkan menjadi rekan Google adalah Ubisoft, id Software, dan Q-Games.Raymond belum menyebutkan judul game tertentu untuk Stadia. Namun, game itu dikabarkan akan diluncurkan pada tahun ini.
 
Sebelum bekerja di Google, Raymond bekerja untuk Ubisoft. Di sana, dia menjabat sebagai Executive Producer dan Co-creator dari franchise Assasin's Creed. Setelah itu, dia lalu menjadi General Manager di Ubisosft Toronto.
 
Raymond kemudian bekerja untuk Electronic Arts. Di sana, dia bertanggung jawab atas Motive Studio, PopCap Studio, dan Star Wars. Dia meninggalkan EA pada Oktober 2018.
 
Raymond mengumumkan keputusannya untuk bekerja di Google minggu lalu. Dia kini adalah bagian dari tim gaming di Google.
 
Selain Raymond, tim gaming di Google menyertakan Phil Harrison, yang sempat bekerja di PlayStation dan Xbox, juga Jack Buser, yang merupakan mantan direktur PlayStation Now dan PlayStation Home.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif