Seorang ibu ditangkap karena menyiksa anak angkatnya. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)
Seorang ibu ditangkap karena menyiksa anak angkatnya. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)

Siksa Anak Angkat Demi YouTube, Ibu Ini Ditangkap

Teknologi youtube
Ellavie Ichlasa Amalia • 26 Maret 2019 11:58
Jakarta:Seorang ibu asal Arizona yang memiliki channel YouTube yang populer ditangkap atas tuduhan menyiksa tujuh anak menjadi bintang di videonya. Disebutkan, dia mengurung anak-anak yang dia adopsi di dalam lemari berhari-hari, tanpa makan dan minum.
 
Ialah Machelle Hackney, wanita berumur 48 tahun. Polisi mendatangi rumahnya dua minggu lalu dan menemukan enam dari tujuh anak angkatnya terlihat mengalami malnutrisi dan sangat kurus. Hackney lalu ditangkap, menurut laporan The Guardian.
 
Hackney memiliki channel YouTube bernama Fantastic Adventures, yang memiliki 800 ribu pengikut. Secara keseluruhan, semua video di kanal itu telah ditonton 250 juta kali. Video itu menampilkan petualangan anak-anak, seperti "misi mengambil kue" dan "pertarungan botol bayi super."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di balik layar, Hackney menyiksa para anak-anak itu, menggunakan semprotan cabai untuk menghukum mereka dan mengurung mereka di lemari tanpa makanan, minuman, atau membiarkan mereka pergi ke kamar mandi.
 
Hackney ditangkap atas tuduhan tujuh penyiksaan terhadap anak, lima pengurungan, dan dua pelecehan pada anak.
 
Kepada polisi, para anak-anak berkata bahwa mereka akan dihukum jika performa mereka tidak cukup baik di depan kamera, seperti lupa naskah atau membuat kesalahan, menurut Arizona Republic. Anak-anak itu juga mengaku lapar dan haus. Kulit mereka terlihat pucat, dan ada lingkar hitam di sekitar mata mereka.
 
Diduga, anak-anak ini juga tidak diizinkan pergi ke sekolah agar mereka bisa membintangi video YouTube sang ibu. Mereka juga disebutkan dipaksa untuk mandi air dingin. Salah satu anak meminum tiga botol air dalam waktu kurang dari 20 menit ketika polisi di sana.
 
Sementara satu anak lain, yang ditawarkan kudapan oleh polisi, mengaku dia sangat lapar tapi takut untuk makan karena ibunya mungkin bisa mencium bau makanan di nafasnyna dan menghukumnya. Satu anak lainnya mengatakan dia tidak dibolehkan makan selama dua hari sebelum polisi datang.
 
Dua anak Hackney yang telah dewasa juga ditangkap karena tidak melaporkan penyiksaan ini. Hackney membantah bahwa dia menyemprotkan semprotan cabai atau memaksa anak-anaknya mandi air dingin.
 
Dia juga membela diri, mengatakan dia tidak mengurung anak-anak angkatnya di lemari. Dia mengaku bahwa terkadang dia memberikan hukuman dengan meminta sang anak berdiri di pojok ruangan atau memukul mereka.
 
YouTube berkata, mereka telah membuat kanal Fantastic Adventures tidak lagi bisa dimonetisasi.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif