Huawei berhasil melengserkan Samsung dari posisi teratas produsen smartphone pada Q2 2020.
Huawei berhasil melengserkan Samsung dari posisi teratas produsen smartphone pada Q2 2020.

Huawei Pimpin Pasar Smartphone di Q2 2020

Teknologi teknologi huawei
Lufthi Anggraeni • 03 Agustus 2020 14:50
Jakarta: Kuartal kedua baru saja berakhir, dan laporan dari analis mulai banyak beredar. Beberapa hari lalu, Canalys melaporkan bahwa Huawei berhasil melengserkan Samsung dari posisi juara, kini dua organisasi analis lain turut mengonfirmasi peralihan kepemimpinan tersebut.
 
Mengutip GSM Arena, kedua organisasi analis tersebut adalah Counterpoint Research and Omdia. Menurut laporan keduanya, Samsung menjadi perusahaan yang sangat terdampak oleh pandemik Covid-19 dan kebijakan lockdown di berbagai negara.
 
Akibatnya, penjualan Samsung menurun lebih dari 25 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di waktu yang sama, Apple menjadi satu-satunya pemain besar yang mampu meningkatkan pengapalan produk baik dalam periode per kuartal maupun per tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan dari Omdia juga menampilkan bahwa Tecno mengalami pertumbuhan, sedangkan penghuni daftar 10 produsen teratas lain mengalami penurunan pengapalan jika dibandingkan dengan Q2 tahun 2019 lalu.
 
Di sisi lain, setiap perusahaan pesain Samsung dan realme mampu meningkatkan performanya dari Q1 sebelumnya. Huawei menduduki peringkat pertama terkait dengan pengapalan unit smartphone pada Q2 2020, sebesar 55,8 juta unit.
 
Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan Q1 2020 sebesar 49 juta unit, sedangkan pada Q2 2019, Huawei mengapalkan sebanyak 58,7 juta unit smartphone. Dengan demikian, Huawei mengalami pertumbuhan sebesar 14 persen per kuartal, namun mengalami penurunan 4,9 persen per tahun.
 
Sedangkan Samsung dilaporkan mengapalkan sebanyak 54,3 juta unit perangkat pada Q2 2020, menurun sebesar delapan persen jika dibandingkan dengan Q1 2020 sebanyak 58,9 juta perangkat, dan menurun 27,7 persen jika dibandingkan dengan Q2 2020, dengan jumlah unit yang dikapalkan sebesar 75 juta.
 
Varun Mishra dari Counterpoint menyebut pasar di Tiongkok menampilkan performa baik dan berkontribusi sebesar 31 persen dari seluruh penjualan global, angka yang dicapai pada tiga tahun lalu. Ditilik secara lebih mendetail, produsen smartphone ini mengalami dampak terbesar pada bulan April lalu.
 
Sebab, pengapalan kembali pulih pada bulan Mei dan Juni, bahkan India dilaporkan berhasil kembali pada level performa sebelum pandemik Covid-19 pada bulan Juni lalu. Counterpoint Research juga menawarkan informasi lebih detail terkait dengan pasar 5G.
 
Permintaan terhadap ponsel LTE mulai mengalami penurunan, namun minat terhadap perangkat generasi terbaru mengalami peningkatan. Penetrasi perangkat 5G secara keseluruhan saat ini mencapai 11 persen, meningkat dari tujuh persen dari Q1 2020, dengan Tiongkok sebagai pendorong utama dari perubahan ini.
 
Abhilash Kumar, analis di Counterpoint, mengonfirmasi pertumbuhan ini didorong oleh rencana 5G yang menari dari operator dan ketersediaan smartphone 5G kelas menengah dari sejumlah merek.
 
Omdia memprediksi perilaku pembelian pengguna akan sangat terpengaruh oleh langkah yang diambil pemerintah dan perusahaan dalam memerangi penyebaran Covid-19 dan upaya pertahanan terhadap wabah baru berikutnya.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif