Vine akan Bangkit Kembali?
Dom Hoffman membuat kicauan tentang V2, yang diduga Vine versi kedua. (Twitter / Dom Hoffman)
Jakarta: Vine mungkin akan hidup kembali. Dom Hofmann, salah satu dari 3 pendiri layanan Vine, baru saja menampilkan teaser pada Twitter yang mengimplikasikan kemungkinan kembalinya platform video tersebut. 

Teaser dari Hofmann terlihat sederhana berupa kotak berwarna hijau yang menjadi khas Vine dan logo "V" yang dilengkapi dengan nomor 2.

Seperti yang disebutkan oleh CNET, ini bukan kali pertama Hofmann mengusung ide untuk menghidupkan kembali Vine, yang dengan cepat menjadi aplikasi gratis paling populer di App Store di Amerika Serikat ketika ia diluncurkan sebagai aplikasi mandiri pada 2013. 
 
Pada tanggal 30 November, Hoffman juga sempat mengunggah sebuah kicauan, menyebutkan bahwa dia sedang mengembangkan proyek "lanjutan Vine" dan dia akan mendanai proyek itu dengan dananya sendiri. Sayangnya, Hoffman tidak memberikan banyak informasi lain. 


Motherboard melaporkan, pada 2012, Twitter mengakuisisi Vine, sebelum Vine diluncurkan. Empat tahun kemudian, Twitter menutup Vine.

Salah satu pendiri Twitter, Rus Yusupov -- yang membuat aplikasi HQ Trivia dengan pendiri Vine lainnya -- secara terbuka mengaku menyesal menjual Vine setelah Twitter mematikan aplikasi Vine tahun lalu. 

Sekarang, Hoffman tampaknya berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat oleh Twitter. Mengingat Hoffman menggunakan nama "V2" dan gaya yang mirip, tampaknya proyek yang Hoffman sedang kerjakan adalah Vine 2.0. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.