Rudiantara: Masyarakat tak Perlu Panik
Rudiantara mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan mengadukan temuan konten negatif.
Jakarta: Insiden terkait terorisme yang terjadi pada empat hari terakhir mendorong kesimpangsiuran informasi yang beredar di kalangan masyarakat, sehingga menimbulkan kekhawatiran.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir secara berlebihan.

"Masyarakat jangan panik, di dunia fisik pihak kepolisian sudah bergerak, di dunia maya, kami, Kominfo, juga bergerak. Dari kami, jelas, tegas, itu soal NKRI. Jadi respons kami cepat, dan pemerintah tegas tidak ada konten terkait kekerasan dan terorisme yang berdampak pada keutuhan NKRI," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.


Selain mengimbau untuk tidak panik, Kemenkominfo turut mengajak masyarakat untuk mengadukan konten negatif, baik melalui media sosial melalui fitur tagging atau melalui platform khusus yang disediakan oleh Kemkominfo.

Masyarakat dapat mengadukan konten dengan kandungan terorisme, radikalisme, provokasi, hoaks, ujaran kebencian atau SARA, juga foto atau video korban aksi teror, berupa cuplikan dan alamat URL ke aduankonten.id.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengirimkan aduan via WhatsApp ke nomor 081-1922-4545, atau aduankonten@mail.kominfo.go.id, atau via Twitter dengan menyebut akun @aduankonten, @Divhumas_Polri, @CCICPolri dan @BNPTRI.

Namun, Rudiantara menyarankan untuk mengadukan konten tersebut kepada Kemenkominfo dan juga media sosial, agar pengaduan lebih efektif.

Selain itu, Rudiantara juga mengingatkan untuk tidak membagi konten negatif, termasuk gambar dan video korban musibah dan peristiwa, sebab jejak digital akan berbekas tanpa batas waktu.

Pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat akan menjadi bukti untuk aparat hukum untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan tersangka. Sementara itu, Rudiantara menyebut Kemenkominfo bertugas menangkap akun di dunia maya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.