Google Mulai Pasarkan Dongle USB-C ke 3,5mm
Google mulai memasarkan dongle adapter USB-C ke jack headphone 3,5 mm.
Jakarta: Google Pixel 3 dan Pixel 3 XL akan berbekal port USB-C, dan akan mendukung adapter headphone tipe baru. Karenanya, Google mulai memasarkan versi upgrade dari dongle di Amerika Serikat, seharga USD12 (Rp178.248).

Adapter headphone dari USB-C Digital ke 3,5mm diklaim akan berfungsi dengan baik pada Pixel dan perangkat lain bersistem operasi Android P dan selanjutnya. Namun ironisnya, Apple memasarkan dongle Lightning ke 3,5mm dengan harga USD3 (Rp44.580), lebih terjangkau.

Perusahaan mesin pencarian raksasa ini mencoba membenarkan harga penawaran untuk produknya tersebut dengan mengklaim bahwa adapter ini berbekal daya tahan baterai 38 persen lebih lama, dan 58 persen lebih baik terkait latensi plug-in jika dibandingkan generasi sebelumnya.


Sebelumnya, Google mengumumkan acara di Paris, Perancis bersamaan dengan acara perilisan produk terbarunya di New York, pada 9 Oktober mendatang. Kedua acara tersebut menjadi wujud keseriusan Google pada pasar Amerika Serikat dan Eropa.

Selain smartphone Pixel generasi terbaru, acara tersebut juga berpeluang untuk menggulirkan update perangkat Google Home atau ketersediaan produknya secara lebih luas di Eropa, serta menjadi medium Google menekankan rangkaian bahasa yang kini mendukung asistem digital karyanya, Google Assistant.

Sementara itu, Jon Prosser, kreator video pada saluran Front Page Tech mengungkap bahwa Google telah menghubunginya dan YouTuber lain, meminta izin untuk menggunakan bagian dari video karya mereka terkait dengan Pixel 3 XL.

Menurut perjanjiannya dengan Google, Prosser mengaku tidak banyak informasi yang dapat diungkapnya. Sejumlah pihak memperkirakan bahwa tindakan ini dilakukan Google untuk menciptakan reaksi kuat guna ditampilkannya pada acara peluncuran Pixel 3 XL.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.