SDM Terampil TI Langka, Turunkan Produktivitas Perusahaan

Ellavie Ichlasa Amalia 12 Juli 2018 14:53 WIB
teknologi
SDM Terampil TI Langka, Turunkan Produktivitas Perusahaan
Presiden Direktur i3, Ronny Christian. (Medcom.id)
Jakarta: Sebanyak 79 persen proyek TI gagal akibat kesalahan manusia, menurut survei IT Resource Management pada 2014. Hal ini sesuai dengan survei yang dilakukan oleh Capgemini, yang menunjukkan bahwa ada kelangkaan sumber daya manusia terampil TI saat ini.

Padahal, kelangkaan SDM terampil TI ini bisa memberikan dampak besar pada perusahaan. Menurut survei yang Capgemini lakukan pada 501 perusahaan di dunia, sebanyak 52 persen responden mengatakan bahwa kelangkaan karyawan yang terampil TI membuat produktivitas menurun.

Tidak hanya itu, masalah ini juga memberikan dampak pada pelanggan, membuat para pelanggan enggan untuk berinteraksi. Kelangkaan SDM terampil TI bahkan bisa menurunkan pendapatan dan keuntungan perusahaan.


Masalah ini, menurut President Direktur PT Inovasi Informatika Indonesia (i3), Ronny Christian adalah masalah yang dialami oleh perusahaan-perusahaan di dunia dan tidak hanya di Indonesia.

Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan harus bisa menemukan talenta yang mumpuni atau melatih karyawan yang mereka miliki.

Kurang terampilnya SDM ini adalah masalah yang coba i3 selesaikan. Mereka mencoba untuk menyediakan pelatihan bagi karyawan perusahaan terkait berbagai topik teknologi, seperti data manajemen dan cloud.

Hari ini, i3 mengumumkan kerja samanya dengan Huawei untuk membekali perusahaan dengan pelatihan dan setifikasi Huawei dalam bidang jaringan dan cloud.

Ronny menjelaskan, adanya jarak antara kemampuan seorang pekerja dengan kebutuhan perusahaan adalah karena teknologi yang berkembang terlalu cepat. Dia mencontohkan pekerja yang mengambil TI sebagai jurusan saat kuliah.

"Kuliah mengajarkan bahasa pemprograman tertentu. Namun, ketika sudah lulus, bahasa itu sudah tidak lagi digunakan. Karena itu, mereka harus belajar terus," katanya.

Sebagai perusahaan yang melatih SDM di bidang TI, i3 mengkhususkan diri dalam beberapa teknologi, seperti cloud, Internet of Things, kecerdasan buatan (AI) dan data manajemen, yang mencakup big data dan analisa data.

Ronny mengatakan, tidak semua bidang yang i3 ajarkan mengharuskan peserta untuk memiliki latar belakang IT. "Seperti analitik, yang dibutuhkan itu bukan TI, tapi logical thinking dan matematika dan statistik," katanya. "Di area lain, seprti AI, bidang ini juga memiliki sisi manusiawi dan piskologi."

Dia mengungkap, semakin canggih teknologi, dibutuhkan semakin banyak orang dari beragam bidang untuk mengembangkan teknologi tersebut.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.