F5 Networks Sediakan Penangkal Pembobolan Aplikasi oleh Hacker

Cahyandaru Kuncorojati 16 Mei 2018 15:10 WIB
f5 networkscorporate
F5 Networks Sediakan Penangkal Pembobolan Aplikasi oleh Hacker
Ilustrasi.
Jakarta: Berkembangnya tren pemanfaatan teknologi multi-cloud bagi aplikasi demi membuat performa aplikasi semakin lincah juga. Namun, pemilik aplikasi juga harus memberikan perhatian ekstra terhadap keamanan aplikasinya dari serangan siber.

"Riset terbaru dari F5 Labs menunjukkan, aplikasi adalah target awal pada sebagian besar upaya pembobolan. Ini menunjukkan, aplikasi manapun bisa menjadi sasaran serangan," ungkap SVP & General Manager Unit Security Business F5 Networks Ram Krishnan.

Oleh sebab itu, F5 Networks memperkenalkan teknologi keamanan bagi aplikasi terbarunya yang bernama Advanced Web Application Firewall (WAF). Menurutnya, penjahat siber menggunakan software yang khusus didesain untuk membawa serangan berbahaya atau dikenal sebagai exploit.


Mereka juga menggunakan gelombang ancaman otomatis, memanfaatkan bot, dan melakukan semuanya berbasis perangkat internet (Internet of Things/IoT) yang bisa menghindari pendeteksian berdasarkan ciri sederhana atau reputasinya.

Advanced WAF yang merupakan produk terbaru F5, diklaim mendukung berbagai model konsumsi dan lisensi termasuk yang berbasis per-app, billing, langganan, dan utilitas agar pusat cloud dan pusat data bisa berjalan secara fleksibel dan maksimal.

Jadi SecOps (keamanan dan operasional) akan berkolaborasi dengan lebih baik lagi bersama DevOps (pengembangan dan operasional) dan NetOps (jaringan dan keamanan) dalam menempatkan layanan perlindungan aplikasi pada environment apapun.

Pendekatan holistik untuk mengamankan aplikasi ini bertujuan mengurangi kerumitan manajemen, meningkatkan biaya operasional (OpEx), dan mengantarkan layanan secara efisien untuk menetralkan serangan.

Advanced WAF diklaim menawarkan fungsi perlindungan terhadap pencurian dan penyalahgunaan data dan pendeteksian pada Layer 7 DDoS menggunakan machine learning dan analisa tingkah laku (behavioral analytics).

Advanced WAF diklaim melindungi aplikasi secara dinamis dengan kemampuan anti-bot, menghentikan upaya pencurian melalui ketikan pada keypad (keyloggers) dengan enkripsi ketikan (keystroke encryptions), serta memperluas pendeteksian untuk perlindungan berlapis terhadap DDoS.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.