Banyak Ponsel Android Punya Celah Keamanan
Ilustrasi.
Jakarta: ASUS, Essential, LG dan ZTE berjanji untuk memperbaiki kelemahan keamanan yang ditemukan oleh perusahaan keamanan mobile, Kryptowire, menurut laporan Wired.

Penelitian Kryptowire menunjukkan bahwa beberapa masalah keamanan di Android berasal dari kode modifikasi Android yang dibuat oleh perusahaan pembuat smartphone.

Para peneliti menemukan bug di firmware dalam 10 smartphone yang berbeda, lapor The Verge. Kelemahan pada keamanan ini bisa menimbulkan berbagai masalah, mulai dai penyerang mengendalikan mikrofon ponsel sampai penyerang mengunci ponsel.


Meski memang, kebanyakan serangan ini hanya bisa dilakukan jika pengguna juga mengunduh aplikasi dengan malware. Penelitian yang didanai oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri ini dipresentasikan dalam konferensi keamanan Black Hat USA.

Menurut Kryptowire, kelemahan pada sistem keamanan Android disebabkan karena Android bersifat open-source, yang memungkinkan pihak ketiga untuk memodifikasi kode dan menciptakan versi Android yang sama sekali berbeda.

Sistem open source juga  membuat lubang keamanan di sistem keamanan ponsel. Para peneliti menganggap masalah keamanan seperti ini banyak ditemukan di Android.

"Banyak penyuplai yang ingin bisa menambahkan aplikasi mereka sendiri, melakukan kustomisasi," kata CEO Kryptowire Angelos Stavrou. "Ini meningkatkan kemungkinan serangan dan meningkatkan kemungkinan error pada software."

Essential, LG dan ZTE mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan semua masalah yang ditemukan oleh Kryptowire setelah mereka diberitahukan akan kelemahan tersebut. Namun, masih belum diketahui apakah mereka memang sudah mengeluarkan update untuk menambal lubang keamanan yang ada.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.