WhatsApp Buka Sayembara Berhadiah Rp721 Juta Demi Setop Hoaks

Cahyandaru Kuncorojati 05 Juli 2018 10:39 WIB
whatsapp
WhatsApp Buka Sayembara Berhadiah Rp721 Juta Demi Setop Hoaks
Aplikasi WhatsApp.
Jakarta: Indonesia bukan satu-satunya negara yang harus menghentikan penyebaran hoaks lewat media sosial maupun aplikasi pengirim pesan instan. India kini juga dalam kondisi darurat mengentikan penyebaran hoaks lewat aplikasi WhatsApp.

Dikutip dari The Telegraph, pemerintah India menuntut pihak WhatsApp untuk menghentikan penyebaran hoax lewat platform mereka, setelah di bulan Mei hingga Juni terjadi kasus pemukulan dan pembunuhan yang diakibatkan masyarakat termakan berita palsu.

Tidak kurang ada 20 orang yang sudah menjadi korban karena hoax yang ditudukan kepada korban. Aksi main hakim sendiri yang membuat korban diikat di tempat umum dan menjadi korban kekerasan oleh masyarakat hingga berakibat kematian.


Pihak Kementerian Teknologi Informatika dan Elektronik India menyatakan bahwa pihak WhatsApp juga harus bertanggung jawab karena layanan mereka dimanfaatkan berulang kali untuk penyebaran hoax.

Sayangnya, pihak kementerian tidak menyebutkan secara pasti langkah yang mereka inginkan oleh WhatsApp untuk menghentikan masalah itu.

Justru WhatsApp membuka sayembara senilai USD50.000 atau setara Rp720 juta bagi lembaga atau pihak yang bisa membuat riset serta solusi untuk menghentikan penyebaran hoaks di India lewat layanan mereka.

"Kami akan sangat mempertimbangkan proposal dari bidang ilmu sosial maupun perspektif teknologi untuk mengembangkan pemahaman kami tentang masalah misinformasi yang di terjadi di platform WhatsApp," ungkap pihak WhatsApp merespons permintaan pemerintah India.

Kebanyakan hoaks yang beredar di India dan memakan 20 orang korban sejak bulan Mei hingga Juni membahas tentang kasus penculikan anak dan perdagangan manusia untuk diambil organ tubuhnya dan dijual.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.