wagely
wagely

Ekspansi ke Bangladesh, Wagely Rangkul 50 Ribu Pekerja

Teknologi teknologi startup
Cahyandaru Kuncorojati • 18 Oktober 2021 14:27
Jakarta: Layanan finansial wagely mengumumkan kehadirannya di Bangladesh. 
Ekspansi strategis ini dilakukan dilakukan hanya dua bulan setelah wagely mengumpulkan pendanaan sebesar USD5,6 juta. 
 
Saat ini, mereka mengklaim telah menggandeng lebih dari 50.000 pengguna yang merupakan para pekerja dari produsen pakaian terbesar di negara tersebut, termasuk SQ Group, Youth Group, dan Classic Composite.
 
Mengatasi masalah keuangan adalah tantangan utama dalam kehidupan sehari-hari pekerja berpenghasilan rendah dan menengah di Asia, karena mereka harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar, dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa tabungan jangka panjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keterbatasan akses layanan keuangan konvensional membuat banyak yang terpaksa beralih ke pemberi pinjaman ilegal dan rentenir ketika membutuhkan uang tunai darurat untuk pengeluaran tak terduga.
 
Mereka harus menghadapi biaya bunga sangat tinggi, dan pada saat bersamaan hanya mempunyai sedikit dukungan untuk meningkatkan literasi keuangan, sehingga banyak yang tidak dapat membayar kembali pinjaman dalam jangka waktu yang ditetapkan.
 
Akibatnya, biaya keterlambatan membengkak melebihi jumlah pinjaman awal, dan pada akhirnya mereka terjebak dalam siklus hutang. Situasi ini akan menimbulkan dampak jangka panjang bagi para pekerja, yang semakin diperburuk oleh pandemi Covid-19.
 
Ini menyebabkan tekanan finansial yang besar dan menurunnya produktivitas, tingginya ketidakhadiran, perilaku yang tidak teratur, dan peningkatan turnover yang sangat berdampak pada kinerja bisnis.
 
Didirikan di Indonesia pada 2020, platform kesehatan finansial wagely berfokus pada Earned Wage Access (EWA), diklaim menawarkan akses langsung dan terjangkau ke gaji yang telah menjadi hak pekerja.
 
Aplikasi wagely memungkinkan pekerja menarik gaji yang menjadi haknya, kapan saja sepanjang bulan kerja, tanpa harus menunggu gaji di akhir bulan, sehingga menghilangkan kebutuhan meminjam serta memberikan dampak signifikan pada kesejahteraan pekerja.
 
Pekerja dapat melihat gaji yang menjadi haknya secara realtime, dan memberikan gambaran situasi keuangan serta memotivasi mereka membuat keputusan keuangan yang bertanggung jawab.
 
Dengan menghadirkan platform kesehatan keuangan wagely kepada pekerja, pengusaha mendapatkan manfaat berupa peningkatan produktivitas, pengurangan biaya turnover, dan peningkatan penghematan bisnis.
 
Platform wagely yang bersifat plug and play memudahkan perusahaan, karena tidak perlu mengubah proses yang sudah berlangsung, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan mana pun.
 
“Indonesia tetap menjadi prioritas kami, dengan jumlah pekerja kerah biru yang besar yang membutuhkan layanan keuangan adil,” kata Tobias Fischer, CEO wagely.
 
“Di sisi lain, Bangladesh memberikan peluang yang cukup besar dengan lebih dari 4,5 juta pekerja industri Ready-Made Garment (RMG). Para pekerja di Bangladesh telah terkena dampak pandemi COVID-19 yang berakibat tingginya tekanan keuangan sehingga berdampak besar juga bagi produsen,” ungkap Fischer. 
 
Warisul Abid, Chief People Officer di SQ Group mengatakan bermitra dengan wagely dan memungkinkan 18.000 pekerja ==mengakses gaji mereka secara real-time. ==
 
“Akses real-time ke gaji dan pendidikan keuangan bagi pekerja adalah langkah pertama untuk membangun kesehatan finansial. Kami ingin membangun platform kesehatan keuangan holistik yang menawarkan akses ke layanan yang terjangkau bagi pekerja, yang mendorong tanggung jawab keuangan dan memberikan jalan menuju stabilitas dan inklusi keuangan,” tutup Fischer.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif