Apptronik membangun Robot Park untuk melatih robot humanoid Apollo sebelum diterjunkan ke dunia kerja dengan dukungan AI dan data dunia nyata.
Apptronik membangun Robot Park untuk melatih robot humanoid Apollo sebelum diterjunkan ke dunia kerja dengan dukungan AI dan data dunia nyata.

Startup Ini Bangun Sekolah Buat Robot Biar Siap Masuk Dunia Kerja

Lufthi Anggraeni • 01 Juli 2026 06:56
Ringkasnya gini..
  • Apptronik membangun Robot Park sebagai pusat pelatihan robot humanoid Apollo.
  • Data latihan digunakan untuk meningkatkan AI agar robot siap bekerja di dunia nyata.
  • Apollo telah diuji di pabrik Mercedes-Benz, sementara versi komersial Apollo 3 masih dikembangkan.
Jakarta: Startup robot humanoid asal Texas, Apptronik, membangun fasilitas pelatihan khusus bernama Robot Park sebagai tempat robot humanoid Apollo berlatih sebelum diterjunkan ke lingkungan kerja nyata.
 
Mengutip Business Insider, fasilitas seluas hampir 90.000 kaki persegi di Austin tersebut dirancang untuk mengumpulkan data pelatihan yang dibutuhkan agar robot mampu menjalankan berbagai tugas secara lebih mandiri di masa depan.
 
Di Robot Park, robot Apollo menjalani berbagai simulasi pekerjaan, dari memindahkan kotak ke ban berjalan hingga memilah mainan ke dalam wadah. Sebagian besar latihan masih dilakukan dengan bantuan operator manusia yang mengendalikan dan mengawasi gerakan robot.

Data dari sesi latihan tersebut kemudian digunakan untuk meningkatkan model kecerdasan buatan yang menjadi otak robot. CEO sekaligus salah satu pendiri Apptronik, Jeff Cardenas, menyebut Robot Park sebagai pabrik data untuk robot.
 
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan robot humanoid adalah minimnya data dunia nyata yang dapat digunakan untuk melatih AI, berbeda dengan chatbot yang dapat memanfaatkan miliaran teks dan gambar dari internet.
 
Apptronik didirikan pada tahun 2016 sebagai perusahaan hasil pengembangan dari Human-Centered Robotics Laboratory di University of Texas. Setelah sempat memproduksi komponen robot untuk perusahaan lain, Apptronik kini berfokus mengembangkan robot humanoid serbaguna bernama Apollo.
 
Sebagai informasi, Apptronik telah menghimpun pendanaan sekitar USD1 miliar (Rp17,9 triliun) dengan valuasi lebih dari USD5,5 miliar (Rp98,8 triliun). Investor strategis startup robot humanoid ini antara lain Google DeepMind dan Mercedes-Benz.
 
Mercedes-Benz telah menggunakan robot Apollo untuk membantu pekerjaan sederhana di pabrik, seperti mengambil komponen dan peralatan untuk lini perakitan. Sementara itu, Google DeepMind memanfaatkan Apollo dalam pengembangan model AI robotika Gemini Robotics.
 
Saat ini, Apptronik mengembangkan Apollo 2 yang membawa peningkatan pada baterai, motor, dan sensor. Robot tersebut ditujukan untuk pengumpulan data serta uji coba bersama pelanggan. Apollo 2 mampu beroperasi hingga empat jam, memiliki tinggi sekitar 183 sentimeter, dan dapat mengangkat beban hingga sekitar 25 kilogram menggunakan kedua tangan.
 
Sedangkan versi komersialnya, Apollo 3, masih dalam tahap pengembangan dan belum memiliki jadwal peluncuran resmi. Menurut Cardenas, industri robot humanoid kini mulai memasuki fase komersialisasi setelah sebelumnya membuktikan kemampuan teknologinya.
 
Cardenas membandingkan kondisi pasar robot humanoid saat ini dengan era awal komputer pribadi pada dekade 1980-an, ketika teknologi mulai memasuki tahap adopsi oleh pelanggan. Persaingan di industri robot humanoid juga semakin ketat.
 
Selain Apptronik, sejumlah perusahaan lain seperti Figure AI, 1X, dan Agility Robotics telah mulai menguji robot mereka di pusat logistik, pabrik, hingga lingkungan rumah. Apptronik sendiri mengembangkan Apollo dalam versi berkaki dan beroda.
 
Kendati robot beroda diperkirakan lebih cepat diadopsi karena faktor keamanan, perusahaan meyakini robot berkaki memiliki potensi jangka panjang lebih besar karena mampu beroperasi di lingkungan yang dirancang untuk manusia.
 
Ke depan, Apptronik berencana membangun lebih banyak Robot Park di berbagai negara. Bahkan, perusahaan memiliki visi membuka fasilitas tersebut untuk umum agar masyarakat dapat melihat secara langsung robot humanoid dipersiapkan sebelum bekerja di dunia nyata.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA