Ilustrasi: Rimini Street
Ilustrasi: Rimini Street

Mayoritas Pengguna VMware Pilih Solusi Alternatif Demi Efisiensi Biaya

Mohamad Mamduh • 13 Oktober 2026 14:15
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 90% responden menyatakan pertimbangan beralih ke solusi alternatif dipicu oleh lonjakan biaya lisensi yang kian tinggi.
  • Guna mengatasi tantangan tersebut, para pimpinan TI makin condong pada arsitektur infrastruktur yang lebih beragam dan terintegrasi.
  • Perubahan arah ini menunjukkan bahwa organisasi tidak cuma mengganti satu penyedia perangkat lunak dengan penyedia lainnya.
Jakarta: Berdasarkan laporan survei global 2026 IT Virtualization Survey – What’s Next for VMware Users yang dirilis oleh Rimini Street, Inc. bekerja sama dengan Unisphere Research, mayoritas pengguna VMware kini secara aktif mencari dan mempertimbangkan opsi alternatif di luar ekosistem vendor tersebut. Riset yang melibatkan 269 eksekutif, manajer, dan profesional TI ini memberikan gambaran mendalam mengenai tren independensi teknologi yang tengah berkembang di berbagai industri.

Tekanan finansial menjadi pendorong utama di balik evaluasi ulang strategi virtualisasi perusahaan. Sebanyak 90% responden menyatakan pertimbangan beralih ke solusi alternatif dipicu oleh lonjakan biaya lisensi yang kian tinggi.

Di samping itu, 54% responden mengutip berakhirnya skema dukungan lisensi perpetual sebagai alasan krusial untuk meninjau kembali platform yang digunakan. Hasil riset menegaskan bahwa penghematan anggaran menjadi prioritas tertinggi bagi 73% organisasi. Kendati demikian, proses pergeseran ini menghadapi sejumlah kendala operasional, seperti kompleksitas sistem (40%), tantangan mengelola banyak vendor (38%), risiko keamanan akibat perluasan permukaan serangan (37%), serta keterbatasan keterampilan tim internal (37%).

Guna mengatasi tantangan tersebut, para pimpinan TI makin condong pada arsitektur infrastruktur yang lebih beragam dan terintegrasi. Sebanyak 60% responden mulai mempertimbangkan penerapan strategi multi-hypervisor untuk menciptakan lingkungan TI campuran yang adaptif terhadap target keuangan dan operasional.

Sementara itu, 47% memilih pendekatan hibrida yang menggabungkan keunggulan hypervisor dan container dalam penempatan beban kerja. Sikap terukur ini juga terlihat dari keputusan migrasi platform, di mana 48% organisasi mengaku tidak berencana memindahkan aset mereka ke VMware Cloud Foundation (VCF). Perusahaan kini memprioritaskan penataan infrastruktur yang memadukan lingkungan on-premises, private cloud, dan public cloud.

Selain aspek arsitektur, penyesuaian strategi juga menyasar pola dukungan teknis dan keamanan sistem. Sebanyak 66% responden saat ini telah menggunakan atau sedang mempertimbangkan layanan dukungan pihak ketiga. Alasan utama yang mendorong langkah ini meliputi peningkatan perlindungan keamanan (60%), bantuan instalasi serta implementasi (57%), dan kekhawatiran terhadap tingkat kualitas layanan dukungan vendor (54%).

Di tengah ancaman siber seperti ransomware dan advanced persistent threats, 77% pemimpin keamanan menilai solusi dengan visibilitas real-time dan tindakan proaktif jauh lebih bermanfaat dibandingkan sekadar mengandalkan pembaruan patch berkala.

Perubahan arah ini menunjukkan bahwa organisasi tidak cuma mengganti satu penyedia perangkat lunak dengan penyedia lainnya. Langkah ini mencerminkan upaya yang lebih luas untuk mengurangi ketergantungan pada satu vendor, meminimalkan potensi gangguan operasional, serta memperpanjang nilai investasi yang sudah ada sesuai dengan prioritas dan kebutuhan bisnis perusahaan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA