
Sumber: IXBT Games
Arjan Brussee, Sjoerd De Jong, dan Michal Valient, pendiri Immens, melihat adanya peluang untuk menghadirkan game engine baru sekaligus memperbaiki proses pengembangan game. Ketiganya merupakan veteran industri yang memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan besar, termasuk Epic Games, Guerrilla Games, Boss Key, dan Apple.
Brussee mengatakan terdapat peluang untuk membangun game engine baru yang sebelumnya belum tersedia. Menurutnya, perkembangan pemrograman dengan dukungan AI membuat proses membangun sesuatu dari awal menjadi lebih memungkinkan.
"With the help of AI-supported programming, you can probably start making things from scratch again," Brussee menilai, dengan arahan dan kontrol yang tepat, teknologi tersebut dapat membantu membangun sistem dengan fungsionalitas lengkap dalam waktu yang lebih cepat.
AI Dirancang untuk Memperluas Game Engine
Chief Technology Officer Immens, Michal Valient, menegaskan bahwa penggunaan AI dalam Immens berbeda dari tren penggunaan AI yang hanya mengandalkan prompt untuk menghasilkan sesuatu.Menurut Valient, AI pada Immens dirancang agar game engine memiliki kemampuan yang lebih mudah diperluas. Dengan basis kode yang dirancang untuk memahami banyak data, tim kecil maupun pengembang individu dapat menambahkan berbagai fitur sesuai kebutuhan.
"The AI in Immens is about building the engine in a way that is really extensible," Pendekatan tersebut memungkinkan pengembang membuat sistem khusus untuk game mereka tanpa hanya bergantung pada scripting yang tersedia. Immens ingin membantu pengguna memanfaatkan AI untuk memperluas kemampuan engine dengan lebih cepat.
Industri Game Dinilai Membutuhkan Inovasi
Pengembangan Immens juga didorong oleh kondisi industri game yang dinilai sedang menghadapi masa sulit. Brussee menyebut situasi industri saat ini sebagai sesuatu yang "rough".Menurutnya, biaya pengembangan game semakin mahal sehingga diperlukan cara baru untuk bekerja secara lebih efisien. Pengembang diharapkan dapat membuat game dengan jumlah orang yang lebih sedikit, waktu yang lebih singkat, serta anggaran yang lebih kecil.
Sementara itu, Chief Product Officer Immens, Sjoerd De Jong, menilai industri game engine telah mengalami standardisasi dan konsolidasi. Kondisi tersebut memang memberikan fondasi yang solid, tetapi menurutnya industri kini membutuhkan sesuatu yang berbeda.
"Now we need innovation, not standardisation. That's what we're pushing for. There must be a different way," De Jong juga menilai game engine saat ini memiliki pendekatan yang terlalu monolitik. Pengembang harus menyesuaikan diri dengan software, format file, dan workflow yang sudah tersedia.
Immens Utamakan Fleksibilitas
Fleksibilitas menjadi salah satu fokus Immens. Pengembang tidak akan dipaksa menggunakan workflow tertentu dan dapat menentukan sendiri bagaimana mereka ingin bekerja, termasuk menentukan seberapa besar penggunaan AI dalam proses pengembangan."You really can make workflows that work exactly for what you want to do," Valient mengatakan pengguna dapat membuat workflow yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Immens juga dirancang menggunakan open standards agar dapat berinteraksi dengan software lain yang umum digunakan dalam pengembangan game. Pengguna nantinya dapat menghubungkan software seperti Blender dan Maya dengan teknologi Immens.
"If you want to use something like Blender or Maya or generative stuff or our own stuff, you can just plug it in," Pendekatan tersebut memungkinkan berbagai software berkomunikasi melalui open standards.
Proof of Concept
Immens saat ini tengah mengembangkan proof of concept yang akan menunjukkan alur pengeditan menggunakan generative AI. Demo tersebut direncanakan diluncurkan pada bulan ini.Perusahaan yang masih beranggotakan tiga pendiri dan sejumlah "helpers" tersebut juga telah mendapatkan komitmen awal untuk pendanaan. Namun, Immens belum mengumumkan jumlah investasi maupun dana yang ingin dikumpulkan.
Pada akhirnya, Immens berharap teknologi yang dikembangkan dapat membantu mendorong industri game ke arah yang lebih inovatif. Para pendirinya ingin melihat lebih banyak kreativitas, pengambilan risiko, dan inovasi dalam game yang dibuat menggunakan teknologi tersebut.
(Zalsabila Natasya)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda