Yang menarik, FX5 menjadi kamera pertama di seri Cinema Line FX yang membawa fitur Open Gate dan perekaman internal X-OCN. Kamera ini bisa merekam video 5K hingga 60 frame per detik (fps), 4K 120 fps, dan Full HD hingga 240 fps.
Dengan bodi yang ringkas, FX5 dirancang buat kebutuhan produksi profesional yang tetap butuh kamera fleksibel dan gampang dibawa. Sony juga menyiapkan dua aksesori baru, yakni OLED Viewfinder dan XLR Handle yang mendukung perekaman audio hingga 96 kHz, 32-bit float.
President Director PT Sony Indonesia, Motoya Itako, mengatakan FX5 dirancang untuk menjawab kebutuhan sineas, sinematografer, hingga kreator konten.
“Melalui kehadiran FX5, kami memperluas jajaran Cinema Line dengan menghadirkan kamera yang memadukan kualitas gambar luar biasa, kemampuan perekaman canggih, serta pengoperasian profesional dalam bodi yang ringkas dan mudah dibawa,” ujar Motoya.
Sudah Diuji Sineas Hollywood
Bukan cuma dibawa ke panggung peluncuran, Sony FX5 juga sudah diuji langsung oleh sejumlah sineas. Salah satunya Claudio Miranda, sinematografer Top Gun: Maverick dan F1 The Movie.
“Saya merasa FX5 adalah kamera yang menggabungkan kualitas ekspresi gambar yang tinggi dan mobilitas dalam bodi yang ringkas, sehingga memungkinkan pengguna menggunakannya di berbagai lingkungan pengambilan gambar,” kata Claudio.
Sutradara The Creator, Rogue One: A Star Wars Story, dan Jurassic World: Rebirth, Gareth Edwards, juga menggunakan FX5 untuk proyek yang berlangsung di Kamboja, Thailand, dan Nepal.
“Guerrilla filmmaking kini memasuki level berikutnya. FX5 adalah kamera sinema run-and-gun yang menjadi tolak ukur baru,” ujar Gareth.
Bawa Sensor Full Frame dan AI
Di sektor performa, FX5 menggunakan sensor full frame fully stacked Exmor R CMOS dan prosesor BIONZ XR2 yang dilengkapi unit pemrosesan AI.
Kamera ini punya tiga pilihan base ISO, yaitu ISO 800, 4000, dan 12800. Sony juga membekali FX5 dengan Dual Gain Shooting untuk membantu menghasilkan gambar dengan noise rendah dan gradasi yang lebih halus.
Soal autofocus, FX5 menggunakan teknologi AI untuk mengenali posisi mata, kepala, hingga tubuh subjek. Ada juga fitur Real-time Tracking yang bisa mengikuti pergerakan subjek secara otomatis.
Buat yang suka eksplorasi visual, FX5 mendukung lensa anamorfik dengan fitur de-squeeze serta stabilisasi gambar 5-axis in-body. Ada juga Active Mode dan Dynamic Active Mode untuk membantu menjaga gambar tetap stabil saat digunakan secara handheld.
Ringkas, tapi Tetap Siap Buat Produksi Profesional
Sony FX5 hadir dengan layar sentuh 3,5 inci yang bisa diputar dan dimiringkan sesuai kebutuhan. Kamera ini juga punya sistem pendinginan untuk mendukung perekaman durasi panjang serta desain tahan debu dan kelembapan.
Dua port USB Type-C, koneksi LAN, serta dukungan aplikasi Monitor & Control juga tersedia untuk kebutuhan monitoring dan pengoperasian jarak jauh.
Sony turut menyiapkan pembaruan firmware versi 2.0 yang direncanakan hadir mulai Agustus 2027 atau setelahnya. Pembaruan ini akan membawa beberapa fitur baru, termasuk perekaman HFR hingga 240 fps dalam X-OCN dan dukungan Open Gate untuk XAVC S-I.
Harga Sony FX5 di Indonesia
Nah, sekarang masuk ke bagian yang paling ditunggu. Sony FX5 tersedia untuk pre-order mulai 13 Agustus hingga 20 September 2026.Harganya Rp94.999.000 untuk paket body + XLR Handle dan Rp85.999.000 untuk body only. Sementara OLED Viewfinder DVF-EL1 dijual terpisah dengan harga Rp11.499.000.
Selama periode pre-order, pembeli juga berkesempatan mendapatkan hadiah berupa baterai NP-SA100, kartu memori CEA-G240T CFexpress Type A, dan Thule Accent2 Backpack.
Sony FX5 akan tersedia secara luas di toko dan dealer resmi Sony Indonesia mulai akhir September 2026.
Gimana menurut Sobat Medcom? Dengan segudang fitur yang ditawarkan, tertarik menjadikan Sony FX5 sebagai kamera berikutnya?
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda