CapCut menggelar AI Content Fest 2026 dan menampilkan 10 film pendek karya kreator Indonesia di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (11/9/2026). Foto: Dok CapCut Indonesia
CapCut menggelar AI Content Fest 2026 dan menampilkan 10 film pendek karya kreator Indonesia di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (11/9/2026). Foto: Dok CapCut Indonesia

CapCut Hadirkan 10 Film Pendek Kreator Indonesia dalam AI Content Fest 2026

Mohamad Mamduh • 12 September 2026 16:44
Ringkasnya gini..
  • CapCut menggelar AI Content Fest 2026 dengan menampilkan 10 film pendek karya kreator Indonesia di layar lebar CGV Grand Indonesia.
  • Melalui kampanye #CapCutFilmNaikLayar, kreator dari berbagai daerah mengangkat cerita tentang Indonesia dengan dukungan teknologi berbasis AI.
  • Acara ini juga menghadirkan diskusi industri kreatif, penghargaan dalam delapan kategori, serta pemutaran perdana video musik AI Raim Laode.
Jakarta: Sepuluh film pendek karya kreator dari berbagai daerah di Indonesia mendapat kesempatan untuk ditampilkan di layar lebar melalui ajang AI Content Fest 2026 yang digelar CapCut di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”, festival tersebut menjadi ruang bagi kreator lokal untuk mengembangkan cerita mengenai Indonesia dengan memanfaatkan teknologi penyuntingan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81. Melalui kampanye #CapCutFilmNaikLayar, CapCut mengajak kreator mengangkat beragam cerita, mulai dari identitas dan budaya, kehidupan sehari-hari, hingga pengalaman serta harapan terhadap Indonesia.

Sepuluh Karya Kreator Diputar di Layar Lebar

WhatsApp Image 2026-09-12 at 16_39_27
Dalam proses produksinya, para kreator memanfaatkan sejumlah fitur kreatif CapCut, termasuk CapCut Video Studio dan berbagai teknologi berbasis AI. Fitur tersebut digunakan untuk membantu pengembangan ide, eksplorasi visual, hingga penyempurnaan film pendek.

Pada acara puncak, seluruh film terpilih diputar secara bergantian di layar lebar CGV Grand Indonesia dengan format ScreenX. Setelah pemutaran, karya-karya tersebut memperoleh penilaian dan tanggapan dari sejumlah pelaku industri kreatif.

Lima profesional yang terlibat dalam sesi penilaian dan diskusi tersebut adalah Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita. Para finalis mendapatkan masukan mengenai ide, visual, serta cara penyampaian cerita dalam karya mereka.

Selain pemutaran film, CapCut juga memberikan penghargaan dalam delapan kategori. Penghargaan tersebut meliputi Student Awards, Most Popular AI Microfilm, Special Selection Award, Best Story, Best Visual, Jury’s Special Mention, Next Icon Award, dan Best AI Micro Film.

AI Diposisikan sebagai Pendukung Kreativitas

AI Content Fest 2026 juga menghadirkan diskusi mengenai penggunaan teknologi dalam proses kreatif. Diskusi tersebut melibatkan aktor Lukman Sardi, sutradara Mouly Surya, dan kreator Gustav Anandhita.

Ketiganya menilai AI dapat membantu memperluas eksplorasi serta membuat sejumlah tahapan kerja menjadi lebih efisien. Meski begitu, keputusan artistik, arah cerita, dan sentuhan akhir tetap berada di tangan manusia.

Lukman Sardi melihat teknologi dapat membantu aktor mempersiapkan karakter melalui pencarian referensi dan eksplorasi berbagai pendekatan. Sementara itu, Mouly Surya menilai AI dapat dimanfaatkan sejak tahap pengembangan ide hingga produksi, termasuk untuk memvisualisasikan konsep sebelum proses pengambilan gambar dilakukan.

Dari sisi kreator, Gustav Anandhita menyebut AI dapat memberikan ruang eksperimen yang lebih luas. Teknologi tersebut memungkinkan kreator mencoba berbagai pendekatan visual dan mengembangkan ide dengan lebih cepat tanpa kehilangan arah kreatif.

Dalam acara yang sama, CapCut juga memperkenalkan kolaborasinya dengan musisi Raim Laode melalui video musik berbasis AI untuk lagu “Dunia Yang Nanti”. Video musik tersebut ditayangkan untuk pertama kalinya dalam acara puncak, dilanjutkan dengan sesi berbagi mengenai proses pembuatannya dan penampilan musik secara langsung.

Pengunjung juga dapat mencoba pengalaman kreatif melalui CapCut Poster Lab. Dalam fasilitas ini, pengunjung bisa memilih genre atau suasana film, seperti horor, romansa, aksi, fiksi ilmiah, dan dokumenter, kemudian membuat poster bergaya sinematik yang dapat dipersonalisasi.

Melalui AI Content Fest 2026, CapCut berupaya memperluas kesempatan bagi kreator Indonesia untuk mengenalkan karya mereka kepada publik. Festival ini juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai alat pendukung untuk mengembangkan ide dan menghadirkan cerita lokal dalam format yang lebih beragam.
(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA