Meta meluncurkan Spaces di aplikasi Muse, memungkinkan pengguna membuat aplikasi mini berbasis AI untuk game, perencanaan, dan produktivitas.
Meta meluncurkan Spaces di aplikasi Muse, memungkinkan pengguna membuat aplikasi mini berbasis AI untuk game, perencanaan, dan produktivitas.

Meta Hadirkan Spaces, Bisa Buat Aplikasi Mini dengan AI

Lufthi Anggraeni • 07 November 2026 11:07
Ringkasnya gini..
  • Meta meluncurkan Spaces di aplikasi Muse, memungkinkan pengguna membuat pengalaman interaktif menyerupai aplikasi mini melalui AI.
  • Spaces dapat digunakan untuk membuat game, perencana perjalanan, pelacak belanja, hingga dasbor bisnis yang diperbarui otomatis.
  • Fitur Spaces tersedia di wilayah yang mendukung Muse, sementara Meta juga meningkatkan kemampuan AI melalui model khusus berbasis Muse Wonder.
Jakarta: Meta memperkenalkan fitur baru bernama Spaces pada aplikasi Muse, yang memungkinkan pengguna membuat pengalaman interaktif menyerupai aplikasi mini dengan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Melalui fitur ini, pengguna cukup menjelaskan kebutuhan atau ide menggunakan bahasa alami, kemudian Muse akan membangun pengalaman digital yang sesuai dengan permintaan tersebut. Mengutip Digital Trends, fitur Spaces diumumkan Meta sebagai bagian dari pengembangan kemampuan agen AI Muse. 

Berbeda dari aplikasi konvensional, Spaces dirancang sebagai pengalaman khusus yang dapat dibuat dan digunakan langsung di dalam aplikasi Muse. Pengguna tidak perlu membuat aplikasi terpisah untuk menghadirkan berbagai fungsi yang dibutuhkan. 

Sebaliknya, Muse akan menerjemahkan deskripsi pengguna menjadi ruang interaktif yang dapat digunakan untuk mengatur aktivitas, mengelola informasi, hingga menjalankan berbagai kebutuhan pribadi. Meta menyebut setiap Space dapat disesuaikan dengan minat, rutinitas, dan tujuan pengguna. 

Setelah dibuat, pengguna juga dapat meminta Muse menambahkan komponen baru, mengubah tampilan, atau menyesuaikan cara kerja fitur tersebut. Pendekatan ini memungkinkan pengguna mengembangkan pengalaman digital secara bertahap tanpa harus menentukan seluruh kebutuhan sejak awal.

CEO Meta Mark Zuckerberg turut memperlihatkan sejumlah contoh Spaces yang telah dibuatnya, termasuk game bertema barbeku, pelacak acara, dan dasbor pengendalian rumah. Kehadiran Spaces memperluas fungsi Muse dari asisten AI menjadi platform yang memungkinkan pengguna membangun pengalaman interaktif sesuai kebutuhan masing-masing.
 
muse-wonder-4
 

Spaces Bisa Dibuat dengan Perintah Bahasa Alami

Salah satu kemampuan utama Spaces adalah proses pembuatannya yang mengandalkan instruksi berbasis bahasa alami. Pengguna cukup menjelaskan ide atau fungsi yang diinginkan kepada Muse, kemudian sistem AI akan membuat pengalaman interaktif berdasarkan deskripsi tersebut.

Sebagai contoh, pengguna dapat meminta Muse membuat perencana perjalanan yang menampilkan informasi penerbangan, hotel, reservasi, serta jadwal kegiatan harian. Muse kemudian akan membangun Space yang menggabungkan berbagai informasi tersebut dalam satu tampilan.

Apabila hasil awal belum sesuai kebutuhan, pengguna dapat melanjutkan percakapan dengan Muse untuk meminta perubahan. Penyesuaian dapat mencakup penambahan fitur, pengaturan ulang tampilan, maupun perubahan mekanisme penggunaan.

Meta juga memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk menentukan penempatan Spaces di dalam aplikasi. Setiap Space dapat ditambahkan ke sidebar, dipindahkan ke tab utama, atau disembunyikan saat tidak diperlukan.

Selain itu, pengguna dapat mengatur jadwal kemunculan Space berdasarkan waktu tertentu. Misalnya, Space yang berfungsi sebagai perencana aktivitas mingguan dapat ditampilkan selama hari kerja. Saat memasuki akhir pekan, pengguna dapat mengatur agar Space tersebut digantikan dengan perencana kegiatan akhir pekan.

Kemampuan ini memungkinkan tampilan Muse berubah mengikuti rutinitas pengguna, tanpa mengharuskan mereka mengatur ulang seluruh aplikasi secara manual setiap hari. Dengan demikian, Spaces tidak hanya menawarkan pembuatan pengalaman interaktif, tetapi juga personalisasi antarmuka yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari.

Bisa Buat Game, Perencana Perjalanan, hingga Dasbor Bisnis

Meta menyediakan berbagai contoh penggunaan Spaces untuk menunjukkan fleksibilitas fitur tersebut. Pengguna dapat membuat pengalaman yang berfokus pada produktivitas, hiburan, pendidikan, maupun pengelolaan aktivitas bisnis.

Salah satu contohnya adalah pusat belanja digital yang menggabungkan daftar keinginan, ide hadiah, serta informasi produk dalam satu tampilan. Space tersebut juga dapat mengintegrasikan informasi dari unggahan Instagram yang disimpan pengguna, daftar produk Marketplace, hingga pesan dari calon pembeli.

Untuk kebutuhan pendidikan, pengguna dapat membuat dasbor sekolah yang mengidentifikasi informasi kegiatan dari email sekolah dan memasukkannya ke kalender. Sementara itu, penggemar musik dapat membuat pelacak artis favorit untuk memperoleh informasi mengenai perilisan lagu terbaru maupun jadwal konser mendatang.

Meta juga memperlihatkan potensi penggunaan Spaces sebagai perencana pernikahan yang mencakup daftar konfirmasi kehadiran, tagihan vendor, dan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan. Pada kategori hiburan, pengguna dapat membuat game trivia berdasarkan film, musik, atau tim olahraga favorit.

Bagi kreator konten, Spaces dapat digunakan sebagai studio podcast untuk mengelola ide episode, riset, serta naskah. Kemampuan serupa juga dapat dimanfaatkan pelaku usaha kecil melalui pelacak pesanan yang menampilkan order terbaru, pesan pelanggan, dan daftar produk yang perlu dikirim.

Pekerja lepas dapat membuat pusat pengelolaan klien yang menggabungkan informasi proyek, tenggat waktu, dan tagihan dalam satu tempat. Berbagai contoh tersebut memperlihatkan bahwa Spaces dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan berbeda, dari aktivitas personal hingga pengelolaan pekerjaan.

Spaces Bisa Memperbarui Informasi Secara Otomatis

Selain membuat pengalaman interaktif berdasarkan instruksi pengguna, Spaces dapat memanfaatkan informasi dari aplikasi lain yang terhubung dengan Muse. Meta menjelaskan bahwa pengguna dapat menghubungkan layanan yang mereka gunakan sehari-hari agar Space memperoleh informasi relevan dan memperbarui secara otomatis di latar belakang.

Dengan integrasi tersebut, pengguna tidak harus selalu meminta pembaruan secara manual saat terdapat perubahan informasi. Sebagai contoh, Space yang digunakan untuk memantau musisi favorit dapat menampilkan jadwal konser terbaru. 

Sementara itu, pusat belanja dapat memperlihatkan perubahan harga produk yang dipantau. Fungsi serupa juga dapat digunakan untuk mengikuti perkembangan target tabungan atau aktivitas lain yang membutuhkan informasi terbaru.

Di dalam Space, pengguna dapat menandai tugas yang telah selesai, menambahkan catatan, serta melakukan perubahan langsung pada konten yang tersedia. Informasi dan penyesuaian tersebut akan tetap tersimpan sehingga pengguna dapat melanjutkan aktivitas saat kembali membuka Space.

Pendekatan ini membuat Spaces tidak hanya berfungsi sebagai tampilan informasi statis, tetapi juga sebagai ruang kerja interaktif yang dapat mengikuti perkembangan kebutuhan pengguna. Namun, kemampuan pembaruan otomatis tersebut bergantung pada aplikasi dan layanan yang telah dihubungkan dengan Muse.

Meta menyatakan Spaces dirancang sebagai pengalaman personal sejak awal, sehingga setiap pengguna dapat membangun ruang digital berdasarkan aktivitas dan informasi yang relevan bagi mereka.
   

Meta Tingkatkan Kemampuan AI Muse

Bersamaan dengan peluncuran Spaces, Meta turut mengumumkan pengembangan model AI khusus untuk mendukung Muse dan Meta AI. Model-model tersebut dikembangkan menggunakan pembelajaran dari Muse Wonder, rangkaian model AI yang disebut Meta sebagai salah satu teknologi paling mumpuni miliknya.

Menurut perusahaan, pengembangan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam mengingat konteks penting selama interaksi dengan pengguna. Peningkatan lainnya berfokus pada kemampuan AI untuk memulihkan proses saat suatu tugas mengalami kendala.

Dengan kemampuan tersebut, Muse diharapkan dapat menangani permintaan yang membutuhkan beberapa tahapan pekerjaan secara lebih efektif. Pengembangan model AI ini juga berkaitan dengan pendekatan Meta dalam menghadirkan asisten digital yang tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan.

Di tengah perkembangan teknologi AI generatif, kemampuan membangun pengalaman interaktif melalui instruksi bahasa alami menjadi salah satu pendekatan yang semakin banyak dikembangkan perusahaan teknologi.

Sebelumnya Google juga telah memperkenalkan Opal, alat yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi mini dengan AI. Google kemudian menghadirkan kemampuan pembuatan dan penerapan aplikasi melalui Google AI Studio.

Selain Google, platform pengembangan seperti Replit juga menyediakan kemampuan pembuatan aplikasi menggunakan pendekatan vibe coding, yaitu proses pengembangan software dengan bantuan instruksi bahasa alami kepada AI.

Kendati memiliki kesamaan dalam penggunaan AI untuk membuat aplikasi, pendekatan Meta berbeda karena Spaces dibangun sebagai pengalaman yang terintegrasi langsung dalam aplikasi Muse.

Fitur Spaces Mulai Tersedia untuk Pengguna Muse

Meta menyatakan Spaces mulai tersedia pada tanggal 6 November 2026 di seluruh wilayah tempat aplikasi Muse telah tersedia. Dengan demikian, pengguna yang sudah memiliki akses ke Muse dapat mulai membuat pengalaman interaktif berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Namun, pengumuman tersebut tidak berarti Muse telah tersedia secara global. Ketersediaan Spaces tetap mengikuti jangkauan distribusi aplikasi Muse di setiap wilayah. Untuk tahap awal, Spaces dirancang sebagai pengalaman personal yang digunakan di dalam aplikasi milik pengguna.

Meta juga sedang mengeksplorasi peluang menghadirkan kemampuan berbagi Spaces dengan pengguna lain, sehingga pengalaman yang dibuat dapat digunakan secara kolaboratif. Perusahaan teknologi ini belum mengumumkan jadwal peluncuran fitur kolaborasi tersebut.

Melalui Spaces, Meta memperluas pendekatan personalisasi aplikasi dengan memungkinkan pengguna menentukan sendiri fungsi dan pengalaman digital yang mereka butuhkan. Alih-alih hanya menggunakan fitur yang telah ditentukan pengembang, pengguna dapat meminta AI membangun ruang interaktif sesuai aktivitas dan tujuan mereka.

Kehadiran fitur tersebut sekaligus memperlihatkan perkembangan peran agen AI, dari sistem yang merespons instruksi menjadi teknologi yang dapat membangun dan mengelola pengalaman digital secara lebih personal.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA