Ilustrasi: Nutanix
Ilustrasi: Nutanix

Nutanix Hadirkan Arsitektur Dual-Native untuk Skala Produksi Agentic AI

Mohamad Mamduh • 01 September 2026 11:10
Ringkasnya gini..
  • Banyak perusahaan saat ini menghadapi tantangan besar ketika mengimplementasikan teknologi AI.
  • Banyak perusahaan saat ini menghadapi tantangan besar ketika mengimplementasikan teknologi AI.
  • Tidak hanya berfokus pada teknologi, Nutanix juga meluncurkan program Powered by Nutanix: Verified Services dan Service Provider (SP) Central.
Jakarta: Nutanix mengumumkan ketersediaan umum Nutanix Enterprise AI (NAI) 2.8 serta kesiapan peluncuran Kubernetes Platform (NKP) 2.19 dalam waktu dekat. Langkah ini dirancang untuk memberikan kebebasan penuh bagi perusahaan dalam menjalankan dan mengelola agentic AI skala produksi secara fleksibel di berbagai lingkungan cloud.

Banyak perusahaan saat ini menghadapi tantangan besar ketika mengimplementasikan teknologi AI. Di satu sisi, AI mempercepat adopsi lingkungan container, namun di sisi lain, mayoritas data dan aplikasi penting perusahaan masih beroperasi di infrastruktur virtualisasi tradisional. Perbedaan ini sering kali memaksa organisasi memindahkan data, merancang ulang beban kerja (workload), atau menciptakan silo baru yang meningkatkan kompleksitas biaya dan jaringan.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Nutanix Cloud Platform (NCP) kini memperluas kapabilitasnya melalui arsitektur dual-native yang terkelola. Pendekatan inovatif ini memungkinkan aplikasi tradisional berbasis virtual machine (VM) dan aplikasi modern berbasis container berjalan berdampingan secara selaras.

Dengan menghadirkan AI langsung ke lokasi data enterprise berada, perusahaan dapat memangkas waktu pengembalian investasi (ROI) tanpa perlu melakukan perombakan arsitektur yang mahal.

Thomas Cornely, Executive Vice President Product Management Nutanix, menegaskan bahwa penerapan Enterprise AI seharusnya tidak menuntut pelanggan membangun ulang sistem bisnis yang sudah berjalan. Melalui satu control plane yang konsisten, organisasi kini memiliki jalur praktis menuju tahap produksi dengan operasional dan tata kelola yang andal di seluruh VM, container, dan komponen AI.

Pada pembaruan NAI 2.8, Nutanix memperkenalkan Nutanix Agent Gateway yang dilengkapi dengan gateway Model Context Protocol (MCP) untuk mengatur koneksi agen AI ke aplikasi dan data secara aman. Selain itu, fitur Private Inference kini mendukung inference multi-GPU berskala besar serta Parameter-Efficient Fine-Tuning (PEFT) menggunakan metode Low Rank Adaptation (LoRA).

Teknologi ini memungkinkan organisasi menyesuaikan Open Large Language Model (LLM) secara hemat biaya menggunakan data privat mereka sendiri. Faktor keamanan juga diperkuat melalui sistem Identity and Access Management (IAM) terperinci untuk mengantisipasi risiko model yang keluar dari koridor (rogue AI).

Di sisi lain, NKP 2.19 yang akan datang dipersiapkan sebagai fondasi tepercaya untuk aplikasi berbasis container pada lingkungan bare metal maupun virtualisasi. Platform ini akan dilengkapi dengan Katalog Aplikasi AI bawaan yang mencakup perangkat lunak tervalidasi seperti Kubeflow dan Milvus.

NKP juga telah mengantongi sertifikasi resmi dari Cloud Native Computing Foundation (CNCF) sebagai platform yang patuh untuk menjalankan beban kerja AI enterprise.

Tidak hanya berfokus pada teknologi, Nutanix juga meluncurkan program Powered by Nutanix: Verified Services dan Service Provider (SP) Central. Program ini dihadirkan untuk membantu para mitra ekosistem dan penyedia layanan dalam membangun serta memonetisasi layanan cloud maupun AI generasi berikutnya, sekaligus memberikan fleksibilitas lokasi implementasi bagi pelanggan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA