Samsung mencetak rekor pendapatan KRW195,3 triliun pada Q3 2026, didorong lonjakan permintaan chip memori untuk infrastruktur AI.
Samsung mencetak rekor pendapatan KRW195,3 triliun pada Q3 2026, didorong lonjakan permintaan chip memori untuk infrastruktur AI.

Bisnis Memori AI Dongkrak Rekor Keuntungan Samsung

Lufthi Anggraeni • 02 November 2026 11:04
Ringkasnya gini..
  • Samsung membukukan pendapatan KRW195,3 triliun dan laba operasional KRW107,4 triliun pada kuartal III 2026.
  • Penjualan HBM4 meningkat lebih dari tiga kali lipat secara kuartalan dan menyumbang 60% dari total penjualan HBM.
  • Samsung memperkirakan permintaan chip untuk infrastruktur AI akan terus meningkat pada tahun 2027, melampaui pertumbuhan pasokan industri.
Jakarta: Samsung Electronics kembali mencatatkan kinerja finansial tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal III 2026. Lonjakan permintaan chip memori untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor utama di balik pencapaian tersebut, sekaligus mendorong pendapatan dan laba operasional perusahaan ke level rekor.

Dalam laporan keuangan yang diumumkan pada tanggal 29 Oktober 2026, Samsung membukukan pendapatan konsolidasi sebesar KRW195,3 triliun (Rp2.641,2 triliun). Angka tersebut meningkat 14% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan menjadi pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Mengutip GSM Arena, tidak hanya pendapatan, laba operasional Samsung juga mencapai rekor baru sebesar KRW107,4 triliun (Rp1.452,5 triliun). Pencapaian tersebut menjadikan Samsung sebagai perusahaan teknologi global pertama yang berhasil membukukan laba operasional lebih dari KRW100 triliun (Rp1.352,4 triliun) dalam satu kuartal.

Kinerja positif ini terutama ditopang divisi Device Solutions (DS), yang menaungi bisnis semikonduktor Samsung. Permintaan tinggi terhadap High Bandwidth Memory (HBM), DRAM untuk server, serta solid-state drive (SSD) menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis tersebut.
 
samsung-q3-report-2
 

Bisnis Semikonduktor Jadi Motor Pertumbuhan

Divisi Device Solutions mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar KRW147,1 triliun (Rp1.988,4 triliun) dengan laba operasional mencapai KRW106,5 triliun (Rp1.440,3 triliun) sepanjang kuartal III 2026. Dengan demikian, bisnis semikonduktor menyumbang hampir seluruh laba operasional Samsung pada periode tersebut.

Samsung menyebut bisnis memori kembali mencatatkan pendapatan dan laba operasional kuartalan tertinggi. Hasil ini didukung strategi pengelolaan bauran produk dengan fokus pada kebutuhan infrastruktur AI, terutama di tengah keterbatasan kapasitas produksi industri.

Salah satu kontributor penting berasal dari penjualan HBM4. Samsung mencatatkan peningkatan penjualan HBM4 lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya. Produk tersebut juga menyumbang sekitar 60% dari total penjualan HBM perusahaan pada kuartal III 2026.

Peningkatan ini menunjukkan perkembangan bisnis HBM Samsung di tengah persaingan industri chip memori untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI. Samsung juga menyatakan telah mencapai target pangsa pasar HBM setara dengan pangsa pasar DRAM secara keseluruhan lebih cepat dari perkiraan awal.

Selain HBM, kenaikan harga jual produk memori turut memperkuat kinerja keuangan Samsung. Harga jual rata-rata (ASP) DRAM meningkat sekitar 20% secara kuartalan, sementara ASP NAND mencatatkan pertumbuhan pada kisaran belasan persen tinggi.

Permintaan terhadap server SSD juga terus meningkat. Samsung bahkan menerima tambahan permintaan dalam volume besar untuk produk QLC SSD, seiring berkembangnya layanan personal AI agent berbasis cloud yang membutuhkan kapasitas penyimpanan lebih besar.

Samsung Perkirakan Permintaan AI Terus Meningkat

Samsung memperkirakan kebutuhan semikonduktor untuk infrastruktur AI akan terus meningkat pada kuartal IV 2026. Perusahaan melihat peluncuran platform CPU dan GPU generasi baru turut mendorong permintaan terhadap produk memori berkinerja tinggi.

Untuk merespons perkembangan tersebut, Samsung berencana meningkatkan porsi penjualan HBM, server DRAM, dan SSD. Perusahaan teknologi ini juga akan memperluas pasokan DDR5 berkecepatan tinggi serta QLC SSD guna memenuhi kebutuhan pelanggan pusat data.

Prospek bisnis semikonduktor pada tahun 2027 juga diperkirakan tetap positif. Samsung menilai investasi infrastruktur AI akan meningkat seiring ekspansi perusahaan teknologi besar atau hyperscaler dalam membangun pusat data.

Dalam laporan resminya, Samsung memperkirakan pertumbuhan permintaan berbasis AI pada tahun 2027 akan jauh melampaui pasokan industri dibandingkan dengan tahun 2026. Kondisi tersebut berpotensi mempertahankan tekanan pada kapasitas produksi sekaligus mendukung harga jual produk memori.

Samsung juga mengungkapkan telah menyelesaikan kontrak pasokan HBM untuk tahun 2027 pada harga target yang telah disepakati. Selain itu, perusahaan telah menandatangani kontrak pasokan jangka panjang dengan 10 pelanggan utama dan masih melakukan negosiasi dengan 10 pelanggan lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Samsung untuk membangun kepastian permintaan dan menjaga stabilitas bisnis memori dalam jangka panjang. Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, Samsung meningkatkan belanja modal atau capital expenditure (CapEx) menjadi KRW29 triliun (Rp391,8 triliun) pada kuartal III 2026. 

Sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk divisi Device Solutions, yakni sebesar KRW27,2 triliun (Rp367,6 triliun).
   

Bisnis Smartphone Masih Menghadapi Tekanan

Di tengah pencapaian bisnis semikonduktor, kinerja divisi Device eXperience (DX) masih menghadapi sejumlah tantangan. Divisi ini menaungi bisnis smartphone, perangkat elektronik konsumen, dan sejumlah produk lainnya.

Secara gabungan, bisnis Mobile eXperience (MX) dan Networks membukukan pendapatan sebesar KRW37,7 triliun (Rp509,7 triliun) pada kuartal III 2026. Namun, keduanya masih mencatatkan kerugian operasional sebesar KRW0,6 triliun (Rp8,1 triliun).

Samsung menyebut peluncuran perangkat flagship, termasuk Galaxy Z Fold8, membantu meningkatkan pendapatan bisnis mobile. Meski demikian, kenaikan biaya komponen masih memberikan tekanan terhadap profitabilitas.

Untuk kuartal IV 2026, Samsung berencana mendorong penjualan melalui lini flagship, termasuk Galaxy S26 Series, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Fold8. Perusahaan asal Korea Selatan ini juga akan memperkenalkan produk ekosistem baru untuk memperkuat daya tarik portofolio perangkatnya.

Sementara itu, Samsung Display membukukan pendapatan sebesar KRW8 triliun (Rp108,3 triliun) dengan laba operasional KRW1,1 triliun (Rp14,8 triliun). Permintaan terhadap layar premium untuk smartphone menjadi salah satu faktor pendukung kinerja bisnis tersebut.

Secara keseluruhan, hasil keuangan kuartal III 2026 memperlihatkan besarnya kontribusi bisnis semikonduktor terhadap pertumbuhan Samsung. Lonjakan kebutuhan chip memori untuk AI tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan industri infrastruktur AI global.

Namun, ketergantungan terhadap siklus investasi AI dan keterbatasan pasokan semikonduktor juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Keberlanjutan pertumbuhan Samsung pada periode berikutnya akan bergantung pada kemampuan perusahaan mempertahankan daya saing teknologi, meningkatkan kapasitas produksi, serta memenuhi kebutuhan pelanggan di tengah perkembangan industri AI.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA