Jakarta: Samsung Device Solutions (DS), divisi yang bertanggung jawab pada bisnis produksi chipset, mengunggah laporan menyampaikan kerugian yang dialaminya pada kuartal pertama tahun 2023 ini, kuartal pertamanya pada garis merah sejak tahun 2009.
Sayangnya, pada sisa periode tahun 2023 ini juga dilaporkan tidak baik, menyebabkan Samsung mengambil keputusan untuk memangkas target produksinya. Mengutip GSM Arena, kerugian operasional pada Q1 sebesar KRW4,6 triliun.
Jumlah kerugian ini dilaporkan mengalami penurunan pada Q2 menjadi KRW4,36 triliun. Analis Kim Dong-won dari KB Securities memprediksi kerugian untuk Q3 akan mencapai KRW4 triliun atau sekitar UDS2,95 miliar (Rp46,02 triliun).
Analis lain memprediksi kerugian lebih sedikit untuk Q3, sekitar KRW 3.7 triliun (Rp42,4 triliun), menurut Kim Kwang-jin dari Hanwha Investment & Securities, dan sekitar KRW3,6 triliun (Rp41,2 triliun) menurut Greg Roh dari Hyundai Motor Securities.
Dalam semester pertama tahun 2023, Samsung mengurangi produksi chipset DRAM sebesar 20 persen dan chip flash NAND sebesar 30 persen. Untuk semester kedua tahun 2023, Kim Dong-won memperkirakan pemangkasan produksi ini meningkat hingga 30 persen dan 40 persen.
Penyebab hal ini adalah rendahnya permintaan untuk chipset tersebut. Kompetitor Samsung yaitu SK hynix dan Micron Technology telah mengurangi produksinya pada tahun 2022 lalu. Pasar masih dinilai mengalami kelebihan pasokan chip dan akan membutuhkan waktu untuk memasok dan permintaan berakhir.
Bisnis memori Samsung yang dijalankan oleh divisi DS ini digambarkan sebagai sumber pendapatan Samsung. Pada Q2 tahun 2023, bisnis ini berkontribusi KRW14.73 triliun (Rp186,7 triliun) dari total pendapatan Samsung senilai KRW60,1 triliun (Rp687,2 triliun).
Pada Q2 tahun 2022 lalu, divisi ini berkontribusi sebesar KRW28,5 triliun (Rp326,4 triliun) dari total pendapatan KRW77,2 triliun (Rp883,9 triliun) dan berkontribusi keuntungan operasi sebesar KRW9,98 triliun (Rp114,3 triliun).
Samsung Device Solutions saat ini tengah mengerjakan lini produksi baru di Pyeongtaek Campus dan masih berlangsung. Pengerjaan lini produksi baru ini dilaporkan menjadi alasan lain untuk kerugian yang saat ini dialami oleh Samsung, selain penurunan permintaan signifikan.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan