Tahun Depan, Huawei Fokus ke Lini Premium
Huawei Mate 20 Pro.
Jakarta: Huawei akan fokus pada pasar smartphone kelas menengah dan premium. Untuk itu, mereka melakukan restrukturisasi perusahaan.

"Di kelas entry-level, persaingan sudah sadis, banyak perusahaan yang gugur. Persaingan di kelas menengah pun sudah mulai sulit. Untuk kelas premium, tidak semua perusahana bisa bermain di kelas ini," kata Deputy Country Director Huawei, Lo Khing Seng saat ditemui di kantor Huawei.

"Huawei punya teknologi untuk bermain di level premium. Kami percaya, dengan inovasi yang kita bawa, kami punya peluang yang cukup baik."


Salah satu cara yang Huawei terapkan untuk masuk ke pasar premium adalah dengan meluncurkan smartphone premium mereka dengan lebih cepat di Indonesia. Lo Khing Seng mengakui, untuk peluncuran seri Mate 20, Huawei memang terlambat.

Huawei meluncurkan jajaran ponsel premiumnya itu pada pertengahan Oktober. Namun, hingga kini, masih belum diketahui kapan tepatnya Mate 20 akan dirilis di Indonesia.

Satu hal yang pasti, Huawei akan memberikan informasi baru terkait Mate 20 menjelang musim liburan pada Desember.

Lo Khing Seng percaya diri dengna teknologi Huawei khususnya terkait kecerdasan buatan, kamera, dan 5G.

"Kami sedang mempersiapkan diri. Reputasi tentang seri Y harus diubah mulai sekarang," katanya. Seri Y adalah kelas pemula dari Huawei. Memang seri ini memberikan kontribusi paling besar dalam penjualan.

Terkait P20 Pro, Lo Khing Seng menyebutkan bahwa respons masyarakat Indonesia atas ponsel itu cukup baik. Dia mengaku terkejut ketika mendengar adanya permintaan dari masyarakat di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan. Sayangnya, dia mengatakan, Huawei memiliki stok yang terbatas.

Menurut Lo Khing Seng, orang-orang yang mengerti teknik smartphone akan tertarik dengan smartphone premium Huawei. Sayangnya, tidak begitu dengan orang-orang yang masih mementingkan gengsi merek.

Untuk membiarkan pengguna untuk mencoba smartphone Huawei, perusahaan asal Tiongkok ini juga akan membuat experience zone, memungkinkan masyarakat untuk mencoba secara langsung produk Huawei.

Strategi ini telah Huawei lakukan untuk P20 Pro. Ke depan, Huawei masih akan menggunakan strategi ini. Selain itu, tahun depan, mereka juga ingin membuat toko khusus untuk produk Huawei.

Tujuannya untuk memudahkan mereka membawa perangkat lain selain smartphone ke pasar Indonesia, mulai dari aksesori smartphone hingga wearable.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.