Kemampuan Google Assistant mengganti password yang telah dikompromikan tersedia secara lebih luas.
Kemampuan Google Assistant mengganti password yang telah dikompromikan tersedia secara lebih luas.

Google Assistant Kini Bisa Ganti Password Otomatis

Teknologi Google
Lufthi Anggraeni • 07 Mei 2022 10:19
Jakarta: Satu tahun lalu, Google mengungkap bahwa Assistant akan menawarkan kemampuan untuk mengubah password yang telah dikompromikan. Kini, Google menghadirkan kemampuan tersebut kepada penggunanya.
 
Mengutip Android Police, kemampuan Assistant tersebut kini digulirkan secara lebih luas kepada pengguna Chrome, termasuk peramban tersebut yang tersedia di perangkat Android. Masuk ke situs dengan password yang telah dikompromikan akan memunculkan peringatan yang meminta pengguna mengganti password.
 
Pada situs tertentu akan tersedia opsi untuk memerintahkan Assistant secara otomatis mengubah password. Pengguna dapat mengambil alih kendali kapan saja, namun hal ini akan berguna jika tidak ingin menghabiskan waktu untuk melakukan penggantian password secara manual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alat bantu akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dari Duplex versi web milik Google untuk menavigasikan situs dan mengaplikasikan perubahan password tersebut. Alat bantu ini akan mengetahui cara mengklik, bergulir dan mengisi formulir yang secara umum membutuhkan intervensi manusia.
 
Namun saat ini fitur tersebut tidak berfungsi di semua situs, namun alat password Assistant ini baru tersedia untuk kelompok kecil pengguna sejak diumumkan di ajang Google I/O pada bulan Mei 2021 lalu.
 
Perluasan akses ini masih mewakili peningkatan signifikan, dan dinilai akan sangat berguna bagi pengguna yang pernah menjadi korban kebocoran data yang mengungkap informasi masuk ke akun secara detail.
 
Sebelumnya, induk Google, Alphabet, melaporkan pendapatan kuartal pertama pada tahun ini di bawah ekspektasi karena pendapatan YouTube meleset dari target Wall Street. Serta penjualan iklan secara keseluruhan terimbas perang di Ukraina, rantai pasokan, serta kekhawatiran inflasi.
 
Kepala Keuangan Alphabet Ruth Porat juga melaporkan pertumbuhan moderat penjualan pengiklan di YouTube. Dia menambahkan, pemotongan biaya diaplikasi untuk mengatasi persaingan telah menghapus keuntungan pendapatan berlangganan YouTube.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif