Facebook akan menetapkan sistem ranking untuk bagian komentar. (AFP PHOTO / JOSH EDELSON)
Facebook akan menetapkan sistem ranking untuk bagian komentar. (AFP PHOTO / JOSH EDELSON)

Facebook Bakal Berikan Peringkat untuk Komentar

Teknologi media sosial facebook
Ellavie Ichlasa Amalia • 17 Juni 2019 09:48
Jakarta:Facebook berusaha untuk membuat bagian komentar pada Page atau akun populer menjadi lebih relevan.
 
Kolom komentar dari Page Facebook biasanya dipenuhi dengan spam, komentar tidak relevan, atau bahkan ujaran kebencian. Komentar seperti itu tidak hanya membuat para pembaca menjadi tidak nyaman, tapi juga menurunkan kredibilitas dari konten asli, menurut laporan Digital Trends.
 
Untuk mengatasi masalah ini, Facebook memperkenalkan sistem ranking komentar baru. Komentar di unggahan publik yang dibuat oleh Page atau seseorang dengan banyak pengikut akan diurutkan berdasarkan kualitas. Komentar yang paling relevan akan ada di paling atas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada empat kriteria yang Facebook gunakan untuk menentukan kualitas komentar.Pertama, integritas. Komentar yang melanggar peraturan Facebook atau bernada provokatif akan ditempatkan di posisi yang lebih bawah.
 
Dua, survei pada komentar. Pengguna akan bisa mengungkapkan opini mereka tentang komentar seperti apa yang mereka anggap membantu.
 
Tiga, interaksi pada komentar. Komentar yang mendapatkan respons lebih banyak -- baik berupa Like atau balasan -- akan ada di ranking lebih tinggi. Terakhir, kendali oleh pengunggah konten. Jadi, orang yang mengunggah konten berhak untuk menyembunyikan atau bahkan menghapus komentar.
 
Ini bukan kali pertama Facebook berusaha untuk meningkatkan kualitas kolom komentar. Sebelum ini, Facebook telah mencoba untuk menyediakan reaksi emoji pada komentar untuk membuat kolom komentar menjadi relevan. Selain itu, mereka juga sempat mencoba untuk menggunakan sistem downvoting.
 
Sayangnya, masalah kualitas kolom komentar pada Facebook tampaknya lebih rumit dari perkiraan.
 
Facebook sendiri telah gagal untuk memoderasi konten di platform mereka. Hal ini terbukti dari banyaknya konten berisi ujaran kebencian dan hoaks yang beredar di media sosial tersebut.
 
Facebook telah berusaha mengatasi masalah ini dengan mempekerjakan lebih banyak moderator manusia. Meskipun begitu, mereka masih sangat menggantungkan diri pada algoritma dan kecerdasan buatan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif